
Ilustrasi seseorang yang menggunakan ponsel. (Freepik)
JawaPos.com - Garis pemisah antara sekadar bertahan hidup dan benar-benar unggul dalam dunia yang digerakkan oleh teknologi kian menipis seiring perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI).
Bagi sebagian orang, munculnya AI terasa menakutkan, namun bagi individu yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, ini justru merupakan peluang besar untuk bertumbuh.
Kecerdasan emosional tidak berfokus pada upaya untuk mengakali atau mengalahkan mesin, melainkan memanfaatkan kemampuan unik manusia agar bisa bekerja secara harmonis berdampingan dengan AI.
Melansir dari Global English Editing, orang-orang yang cerdas secara emosional memahami hal ini dengan baik dan memiliki sifat-sifat khusus yang memungkinkan mereka sukses dalam lanskap yang semakin didominasi oleh AI.
Sifat-sifat ini membantu mereka menyeimbangkan efisiensi mesin dengan sentuhan kemanusiaan yang mendalam.
Mereka melihat AI sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan kemampuan manusia, bukan sebagai ancaman yang akan menggantikan peran mereka sepenuhnya di dunia kerja.
1. Adaptabilitas
Individu yang cerdas secara emosional tidak merasa terkejut atau shock dalam menghadapi kemajuan teknologi yang terjadi secara konstan. Mereka mudah beradaptasi dan terbuka terhadap pengalaman baru tanpa takut pada hal-hal yang belum diketahui. Adaptabilitas ini membuat mereka melihat AI bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai kesempatan untuk berinovasi dan juga bertumbuh. Mereka dengan cepat menyesuaikan strategi dan siap untuk mempelajari keterampilan atau mengambil peran baru agar dapat bekerja sama dengan AI.
2. Kesadaran Diri Emosional
Sifat ini memungkinkan mereka mengenali emosi diri sendiri dan memahami bagaimana perasaan tersebut dapat memengaruhi perilaku mereka saat berinteraksi dengan teknologi baru. Penulis artikel ini menceritakan sempat merasa gentar saat pertama kali menggunakan asisten AI untuk pekerjaannya, sebab ia mengira risiko besar akan muncul ketika mendelegasikan tugas manual kepada mesin. Namun ia menyadari bahwa kekhawatirannya itu sebenarnya berasal dari ketakutan akan perubahan, bukan karena AI itu sendiri. Kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi ini menjadi penting untuk mengambil keputusan yang lebih tepat dan terinformasi saat bekerja dengan AI.
3. Empati
Empati adalah kemampuan fundamental untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain, yang sangat penting saat bekerja berdampingan dengan AI. Mereka dapat menyeimbangkan efisiensi yang ditawarkan oleh mesin dengan sentuhan empati yang hanya bisa diberikan oleh manusia seutuhnya. Empati membantu mereka memahami perasaan rekan kerja tentang AI, memberikan keyakinan, dan membangun lingkungan yang positif bagi semua orang. Meskipun AI mampu menganalisis data dan memberikan wawasan, ia tidak akan pernah bisa menggantikan kemampuan manusia untuk berempati.
4. Rasa Ingin Tahu (Curiosity)
Orang yang cerdas secara emosional memiliki rasa haus akan pengetahuan, yang mendorong mereka untuk menyelami dan memahami cara kerja berbagai hal. Mereka tidak menerima AI begitu saja sebagai "kotak hitam" yang hanya mengeluarkan hasil akhir, melainkan mengajukan pertanyaan dan mencari tahu mekanika di baliknya. Rasa ingin tahu ini membantu mereka memaksimalkan pemanfaatan AI, serta menemukan cara-cara inovatif dalam mengaplikasikan teknologi tersebut. Mereka melihat bidang AI yang kompleks sebagai kesempatan besar untuk eksplorasi dan juga untuk pembelajaran yang berkelanjutan.
5. Ketahanan (Resilience)

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
