Ilustrasi kegiatan thrifting yang sedang tren (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Thrifting atau belanja di toko pakaian bekas kini menjadi gaya hidup yang digemari berbagai kalangan, terutama anak muda yang peduli lingkungan dan mencari fashion dengan harga terjangkau. Fenomena thrifting tidak hanya populer di Indonesia, tetapi juga menjadi tren global yang terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, di balik keseruan berburu pakaian vintage dan unik, terdapat risiko kesehatan yang sering kali diabaikan oleh para pencinta thrift. Salah satu bahaya yang mengintai adalah potensi penularan penyakit kulit moluskum contagiosum melalui pakaian bekas yang belum dibersihkan dengan benar.
Moluskum contagiosum adalah infeksi virus pada kulit yang disebabkan oleh virus dari keluarga poxvirus, yang mengakibatkan munculnya benjolan-benjolan kecil di permukaan kulit. Penyakit ini tergolong sangat menular dan dapat menyebar dengan mudah melalui kontak kulit langsung dengan penderita atau melalui benda-benda yang terkontaminasi virus.
Meskipun umumnya tidak menimbulkan komplikasi serius dan dapat sembuh sendiri dalam beberapa bulan hingga tahun, moluskum contagiosum tetap perlu diwaspadai karena kemampuannya menyebar dengan cepat. Infeksi ini paling sering menyerang anak-anak, namun orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh lemah atau yang aktif secara seksual juga berisiko tinggi tertular.
Dilansir dari Mayo Clinic, terdapat beberapa tanda dan gejala khas yang menandai infeksi moluskum contagiosum pada kulit. Mengenali ciri-ciri ini sejak dini sangat penting agar kamu dapat segera mencari penanganan medis yang tepat dan mencegah penyebaran lebih luas.
Berikut adalah karakteristik gejala moluskum contagiosum yang perlu diwaspadai:
Tren thrifting dan kebiasaan mencoba pakaian di toko pakaian bekas sebelum membeli memang menjadi hal yang wajar untuk memastikan ukuran dan model yang sesuai. Namun, banyak pembeli yang langsung mencoba pakaian bekas tanpa mempertimbangkan riwayat pemakaian dan kebersihannya terlebih dahulu.
Pakaian yang telah dikenakan oleh orang lain, terutama yang mungkin memiliki kondisi kulit tertentu, dapat menjadi media penyebaran virus dan bakteri. Lebih mengkhawatirkan lagi, sebagian besar pembeli tidak langsung mencuci pakaian yang baru dibeli dan memilih untuk mengenakannya terlebih dahulu, yang justru meningkatkan risiko penularan penyakit kulit.
Dilansir dari MDLinx, dr. Zahn, seorang asisten profesor klinis dermatologi di Universitas George Washington menjelaskan bahwa moluskum menyebar melalui kontak dengan virus, oleh karena itu penularan melalui pakaian atau handuk sangat mungkin terjadi.
"Secara umum, mencuci tangan, menghindari berbagi pakaian, serta mencuci pakaian yang baru dibeli dapat membantu mengurangi penyebaran moluskum," jelas Dr. Zahn dalam keterangannya.
Fakta ini menyoroti pentingnya kehati-hatian ekstra saat belanja pakaian bekas, terutama pakaian dalam atau pakaian yang bersentuhan langsung dengan kulit.
Namun, jika sudah terlanjur terserang moluskum, laman Hello Sehat memberikan beberapa penjelasan mengenai metode pengobatan yang dapat kamu lakukan. Metode yang diberikan mencakup prosedur medis maupun keperawatan mandiri di rumah. Dimana pengobatan medis umumnya diperlukan untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah penyebaran infeksi ke area kulit lain atau ke orang lain.
Meskipun dalam banyak kasus moluskum dapat sembuh sendiri, penanganan medis tetap direkomendasikan terutama jika benjolan terus bertambah, menyebabkan ketidaknyamanan, atau mempengaruhi penampilan.
Prosedur pengangkatan merupakan salah satu metode pengobatan yang efektif untuk menghilangkan benjolan moluskum dari kulit. Terdapat tiga teknik utama yang biasa digunakan, yaitu cryoablation (pembekuan benjolan menggunakan nitrogen cair), kuretase (pengerokan benjolan dengan alat khusus), dan terapi laser yang menggunakan sinar untuk menghancurkan jaringan yang terinfeksi. Ketiga prosedur ini biasanya dilakukan oleh dokter kulit profesional dan mungkin memerlukan beberapa sesi tergantung pada jumlah dan tingkat keparahan benjolan yang ada.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
