
Langkah Untuk Pulih dari Trauma dan Pengabaian di Masa Kecil, Yuk Bangkit Dari Masa Lalu! (Unsplash/Vitaly Gariev)
JawaPos.com - Apakah kamu pernah mengalami trauma atau pengabaian di masa kecil? Luka emosional yang muncul mungkin terasa sulit hilang, seolah bagian dari dirimu akan selamanya membawa kegelapan itu.
Namun percayalah, kamu bisa sembuh dan keluar dari masalah ini. Meski prosesnya panjang dan penuh tantangan, dengan harapan dan motivasi yang kuat, Anda bisa menemukan jalan menuju kesembuhan batin.
Pada salah satu video di kanal Youtube psikologi populer yakni Psych2go dijelaskan bahwa, dalam buku Running On Empty: Overcome Your Childhood Emotional Neglect karya Dr. Jonice Webb, pakar yang berfokus pada trauma masa kecil dan pengabaian emosional, ada beberapa langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan diri. Berikut penjelasannya, yuk baca sampai akhir!
1. Sadari Bahwa Itu Bukan Salahmu
Langkah pertama dalam pemulihan adalah menerima kenyataan bahwa trauma masa kecil bukan kesalahanmu. Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang menormalisasi pengabaian sering merasa bersalah atau berpikir bahwa dirinya pantas diperlakukan buruk. Padahal, kamu hanyalah anak yang butuh kasih sayang.
Mulailah untuk selalu mengucapkan “Ini bukan salahku.” dan sadari sepenuhnya apa yang kamu ucapkan itu.
2. Sambut dan Terima Emosimu
Dalam keluarga yang tidak terbiasa menyalurkan emosi dengan sehat dan cenderung menekan emosi. Akibatnya anak terbiasa menekan perasaannya agar tidak terluka. Kini, saatnya belajar menerima dan mengenali perasaanmu. Seperti kata psikolog Carl Rogers, “Ketika saya menerima diri saya apa adanya, maka saya bisa berubah.”
3. Kenali dan Identifikasi Emosi
Mulailah memahami tanda-tanda emosi yang muncul di tubuhmu, seperti otot tegang, gelisah, atau sulit fokus. Kamu juga bisa membuat chart emosi seperti yang disarankan oleh para psikolog. Antara 1-10 seberapa buruk emosimu saat itu, dan mulai identifikasikan penyebabnya. Tujuannya untuk membantu mengenali perasaanmu secara spesifik.
4. Catat dan Lacak Perasaanmu
Cobalah menulis jurnal dan tuliskan apa yang kamu rasakan setiap hari atau gunakan aplikasi jurnaling. Menurut penelitian tahun 2002, menulis tentang emosi dapat membantu memproses pikiran negatif berulang. Dari catatan itu, kamu bisa melihat pola, apa yang membuat kamu sedih, atau hal apa yang membuat kamu lebih bahagia.
5. Belajar Menenangkan Diri (Self-Soothing)
Anak yang diabaikan sering kali tidak mendapatkan kenyamanan saat sedih. Kini, kamu bisa belajar memberikan rasa nyaman dari dalam diri. Caranya dengan membuat daftar kegiatan yang menenangkan.
Seperti misalnya pergi ke pantai, mendengarkan musik lembut, memeluk hewan peliharaan, atau sekadar menarik napas dalam-dalam, tuliskan apa saja yang membuatmu bahagia. Kemudian coba lakukan satu per satu dan lihat mana yang paling efektif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022