
Ilustrasi seorang lansia yang sedang membaca buku di luar ruangan, melambangkan gaya hidup aktif dan stimulasi mental. (Freepik)
JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, menjaga ketajaman ingatan sering kali menjadi perhatian utama bagi banyak orang. Perubahan kognitif adalah hal yang wajar. Namun, kita dapat mengambil langkah proaktif untuk melindungi fungsi otak.
Melansir dari Geediting.com Sabtu (4/10), ada sepuluh kebiasaan yang direkomendasikan dokter untuk menjaga memori tetap tajam setelah usia 65 tahun. Kebiasaan ini melibatkan kombinasi antara perubahan fisik, mental, dan gaya hidup secara keseluruhan. Berikut adalah sepuluh kebiasaan tersebut.
1. Aktivitas Fisik: Berjalanlah Secara Teratur
Berjalan kaki harus dianggap sebagai obat yang penting bagi kesehatan otak kita. Targetkan berjalan 30 hingga 45 menit sebanyak lima kali dalam seminggu. Aktivitas fisik yang konsisten dapat meningkatkan aliran darah ke otak secara signifikan.
2. Latihan Kekuatan: Angkat Beban yang Bermakna
Selain berjalan, Anda juga perlu melakukan latihan mengangkat sesuatu yang cukup berat untuk tubuh. Latihan kekuatan 20 hingga 30 menit, dua hingga tiga kali seminggu, sangat dianjurkan. Ini adalah cara sederhana untuk melawan penurunan massa otot yang terjadi.
3. Asupan Makanan: Konsumsi Makanan Kaya Nutrisi Otak
Makanlah untuk kesehatan memori Anda di masa depan, bukan hanya untuk memenuhi keinginan sesaat hari ini. Prioritaskan makanan nabati dan lemak sehat setiap hari. Konsumsi juga buah beri, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan ikan berlemak secara rutin.
4. Prioritas Tidur: Tidur Cukup dan Berkualitas
Tidurlah seolah itu adalah pekerjaan utama Anda dan pastikan mendapatkan 7 sampai 9 jam setiap malam. Jaga jadwal tidur yang konsisten, dengan kamar tidur yang sejuk, gelap, dan tenang. Kualitas tidur sangat krusial untuk mengonsolidasikan memori otak.
5. Pembelajaran Bertujuan: Belajar Hal Baru dengan Sengaja
Lakukan pembelajaran baru dengan sengaja, bahkan jika Anda harus berjuang sedikit saat melakukannya. Latihan keterampilan seperti mempelajari bahasa baru atau instrumen musik selama 10 hingga 20 menit per hari sangat membantu. Ini membuat pikiran Anda tetap aktif dan tertantang setiap hari.
6. Koneksi Sosial: Pertahankan Hubungan yang Bermakna
Rasa kesepian terbukti dapat mempercepat penurunan fungsi memori. Pertahankan kontak yang bermakna dan teratur dengan dua jangkar sosial utama. Interaksi yang mendalam jauh lebih penting daripada kuantitas pertemanan.
7. Manajemen Stres: Praktikkan Teknik Menenangkan Diri

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
