Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 01.24 WIB

Jika Anda Tidak Bisa Membuang Kotak Kardus yang Masih Bagus, Anda Mungkin Berhubungan dengan 12 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang tidak bisa membuang kotak kardus yang masih bagus. (Freepik/kues) - Image

seseorang yang tidak bisa membuang kotak kardus yang masih bagus. (Freepik/kues)


JawaPos.com - Ada orang yang dengan ringan hati membuang kardus setelah membuka paket, dan ada pula yang justru menyimpannya rapat-rapat di sudut kamar. 
 
Jika Anda termasuk tipe kedua—yang merasa “sayang” untuk membuang kotak kardus karena masih bagus—mungkin kebiasaan ini lebih dalam dari sekadar urusan barang bekas. 
 
Menurut psikologi, perilaku menyimpan kardus bisa mencerminkan pola pikir, kebiasaan, bahkan kecenderungan kepribadian tertentu.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (30/9), terdapat 12 kebiasaan psikologis yang mungkin terkait dengan perilaku ini.

1. Perfeksionis yang Sulit Melepaskan


Bagi sebagian orang, kardus bukan sekadar wadah, melainkan simbol dari sesuatu yang masih “utuh” dan “sempurna”. Perfeksionis sering merasa sayang jika harus membuang sesuatu yang masih terlihat baik.

2. Antisipasi “Suatu Saat Nanti”


Orang yang menyimpan kardus biasanya punya pola pikir berjaga-jaga.  Ada keyakinan bahwa kotak itu akan berguna entah untuk menyimpan barang, mengirim paket kembali, atau kebutuhan mendadak di masa depan.
 

3. Sulit Melepaskan Kenangan


Kotak kardus kadang mewakili momen tertentu, misalnya belanja online pertama, hadiah dari orang terdekat, atau barang mahal yang baru dibeli.  Menyimpannya berarti mempertahankan sepotong memori.

4. Pola Konsumtif yang Tertutup


Menariknya, orang yang menumpuk kardus juga bisa punya kecenderungan konsumtif—sering belanja online—tetapi menutupi rasa bersalah dengan menyimpan kardus seolah itu bagian dari sesuatu yang “bermanfaat”.

5. Kecenderungan Hoarding (Menimbun)


Dalam psikologi, hoarding disorder ditandai dengan kesulitan membuang barang yang dianggap masih ada nilainya.  Kotak kardus yang menumpuk bisa menjadi gejala ringan dari kecenderungan ini.

6. Pikiran yang Terlalu “Overthinking”


Daripada membuang, pikiran Anda mungkin dipenuhi pertanyaan: “Kalau nanti butuh bagaimana? Kalau suatu saat barang ini harus dikembalikan bagaimana?”  Akhirnya, kotak tetap disimpan meski tak pernah dipakai.
 

7. Dorongan Hemat dan Efisiensi


Menyimpan kardus bisa juga muncul dari sifat hemat. Ada perasaan puas jika bisa menggunakan sesuatu berulang kali, meskipun kenyataannya kardus itu sering tidak pernah dipakai lagi.

8. Keterikatan dengan “Rasa Kontrol”


Kardus yang tersusun rapi memberi rasa aman dan terkendali. Bagi sebagian orang, itu menjadi simbol bahwa hidupnya terorganisir—meski sebenarnya hanya ilusi kecil.

9. Menghindari Rasa Bersalah


Ada pula orang yang merasa bersalah jika membuang sesuatu yang masih bagus. Dalam psikologi, ini disebut loss aversion, yaitu kecenderungan lebih takut kehilangan daripada senang mendapat hal baru.

10. Naluri Kreatif yang Belum Tersalurkan


Banyak orang menyimpan kardus karena berpikir suatu saat akan dipakai untuk kerajinan tangan, dekorasi, atau DIY project. Namun, karena tak kunjung dieksekusi, kardus tetap menumpuk di sudut ruangan.
 

11. Pola Asuh di Masa Kecil


Jika dulu orang tua sering menekankan “jangan buang-buang barang, nanti masih bisa dipakai”, pesan itu bisa terbawa sampai dewasa. Akhirnya, kardus pun diperlakukan seperti harta berharga.

12. Simbol Keamanan Psikologis


Bagi sebagian orang, kotak kardus adalah bentuk simbolis dari “cadangan”. Memiliki banyak kardus memberi rasa bahwa mereka siap menghadapi perubahan, seakan ada jaring pengaman sederhana dalam hidupnya.

Penutup

Menyimpan kardus yang masih bagus memang terlihat sepele, tetapi jika ditelusuri lebih jauh, ia bisa mencerminkan banyak hal: dari sifat hemat, perfeksionis, hingga rasa takut kehilangan.
 
Tidak semua kebiasaan ini buruk, karena pada akhirnya, cara seseorang memperlakukan benda kecil sering kali mencerminkan dinamika batin yang lebih besar.

Jadi, jika Anda masih punya tumpukan kardus di rumah, tanyakan pada diri sendiri: apakah itu sekadar kotak, atau justru cermin dari pola pikir yang lebih dalam?
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore