Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 September 2025 | 21.55 WIB

9 Ciri Tersembunyi yang Menandakan Seseorang Tumbuh Sebagai Anak Kesayangan dan Sulit Melepaskan Privilege Masa Kecilnya

Ilustrasi seseorang yang pernah tumbuh sebagai anak kesayangan. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang pernah tumbuh sebagai anak kesayangan. (Freepik)

JawaPos.Com - Tidak semua orang menyadari betapa besar pengaruh pola asuh yang mereka terima sejak kecil terhadap cara mereka menjalani hidup ketika dewasa. 

Ada anak-anak yang sejak lahir selalu diperlakukan istimewa, dimanjakan, dan diberi perlakuan khusus dibandingkan saudara-saudaranya. 

Mereka tumbuh sebagai “anak kesayangan” dengan hak istimewa yang terasa wajar saat masih kecil, namun justru meninggalkan jejak yang sulit hilang ketika beranjak dewasa. 

Sering kali, orang-orang seperti ini masih terbawa oleh privilege yang dulu mereka nikmati, tanpa sadar bahwa dunia nyata tidak akan memperlakukan mereka dengan cara yang sama. 

Dalam keseharian, hal ini muncul dalam bentuk sikap, kebiasaan, hingga cara mereka berhubungan dengan orang lain. 

Dilansir dari Geediting, inilah sembilan ciri tersembunyi yang bisa menjadi tanda bahwa seseorang pernah tumbuh sebagai anak kesayangan dan masih sulit melepaskan bayang-bayang privilege masa kecilnya.

1. Mereka Bingung Mengapa Orang Lain Tidak Selalu Mengutamakan Mereka

Sejak kecil, anak kesayangan terbiasa menjadi pusat perhatian. Orang tua, kakek-nenek, atau bahkan guru sering kali memprioritaskan kebutuhan mereka dibandingkan orang lain. 

Akibatnya, ketika sudah dewasa, mereka benar-benar tidak mengerti mengapa orang lain tidak akan meninggalkan segalanya hanya untuk membantu mereka. 

Mereka bisa merasa kecewa, bingung, bahkan marah ketika seseorang menolak permintaan mereka, seakan-akan hal itu adalah sesuatu yang tidak masuk akal.

2. Cerita Mereka Selalu Menampilkan Diri sebagai Pahlawan atau Korban

Jika diperhatikan, anak kesayangan sering kali menceritakan pengalaman hidupnya dengan pola yang sama: mereka selalu menjadi tokoh utama. 

Dalam cerita, mereka bisa tampil sebagai pahlawan yang penuh kebaikan atau justru sebagai korban yang patut dikasihani. 

Narasi ini membentuk gambaran bahwa hidup mereka selalu istimewa, seakan dunia berputar di sekitar mereka.

3. Sulit Mengucapkan Maaf dengan Tulus

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore