Ilustrasi gangguan menimbun barang atau hoarding disorder./Freepik.
JawaPos.com – Apa itu hoarding disorder dan bagaimana membedakannya dari sekadar hobi mengoleksi barang?
Pertanyaan ini sering muncul karena keduanya sama-sama melibatkan aktivitas menyimpan benda.
Bedanya, jika mengoleksi biasanya lahir dari identitas, nostalgia, atau kepuasan estetika, hoarding justru berkaitan dengan gangguan psikologis yang bisa mengganggu kualitas hidup sehari-hari.
Menurut Psychology Today, hoarding disorder memengaruhi sekitar 2,5% populasi dewasa, atau setara dengan 1 dari setiap 40 orang.
Data ini berasal dari meta-analisis 11 studi dengan lebih dari 53.000 partisipan. Menariknya, prevalensi tidak berbeda signifikan antara laki-laki dan perempuan, namun cenderung lebih tinggi pada orang lanjut usia serta mereka yang memiliki diagnosis psikiatri lain.
Beberapa survei bahkan memperkirakan angka prevalensi bisa mencapai 6%, tergantung metode penelitian dan populasi yang dikaji.
Dengan kata lain, hoarding bukan sekadar “mengoleksi barang terlalu banyak”, melainkan kondisi psikologis kompleks yang memerlukan pemahaman mendalam.
Lalu, apa ciri-ciri hoarding disorder, penyebabnya, dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari?
Simak penjelasannya berikut ini yang dilansir dari HSE dan Mayo Clinic.
Ciri-Ciri Hoarding Disorder
Salah satu tanda awal hoarding disorder adalah kebiasaan terus-menerus mengambil dan menyimpan barang, meskipun tidak benar-benar diperlukan.
Barang-barang ini bisa sangat beragam dari pakaian lama, koran usang, hingga benda-benda gratisan yang nilainya kecil.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
