Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 September 2025 | 01.22 WIB

Suka Nonton Film? 7 Alasan Mengapa Film Bukan Sekadar Hiburan, tapi Juga Filsafat yang Hidup

Ilustrasi sinema dan film (Dok. Pexels)

JawaPos.com - Mengapa sinema begitu penting dalam kehidupan manusia modern? Film bukan hanya sekadar hiburan dua jam di layar lebar, tapi juga sebuah medium yang mampu memperlihatkan cermin kehidupan. 

Lewat sinema, kita melihat hal-hal yang hadir dalam keseharian, realitas sosial yang sering kita jumpai, bahkan sudut pandang yang sengaja dibentuk oleh mereka yang berkuasa. Lebih dari itu, film juga berani membuka tirai sisi kemanusiaan yang sering kita abaikan, tolak, atau bahkan takut untuk hadapi. 

Dari potret penderitaan, konflik batin, hingga bias kecil dalam interaksi manusia semuanya terbungkus dalam narasi visual yang membuat kita terpaksa berkaca pada diri sendiri.

Sinema pun membawa kita melampaui batas kehidupan nyata. Memperlihatkan horor buatan manusia, fantasi distopia, hingga dunia yang tak pernah benar-benar kita alami. 

Kadang, film menghadirkan versi kehidupan yang tak akan pernah kita jalani, tapi justru lewat itulah kita bisa belajar, memahami, dan merasakan empati yang lebih luas.

Ingin tahu bagaimana dampak film pada kehidupan kita sehari-hari? Simak penjelasan berikut yang dilansir dari Beverly Boy Production dan Internet Encyclopedia of Philosophy.

1. Film sebagai Cermin Kehidupan Sehari-hari

Film tidak hanya menyajikan cerita untuk hiburan, tapi juga merefleksikan apa yang kita alami dalam kehidupan nyata. 

Dari konflik keluarga, perjuangan ekonomi, hingga percintaan, banyak film yang membuat kita merasa "ini gue banget."

Ketika kita melihat diri kita atau orang-orang di sekitar kita direpresentasikan di layar, muncul rasa keterhubungan yang memperkuat identitas sekaligus memicu empati.

Selain itu, film juga menjadi arsip sosial. Apa yang dianggap normal, tabu, atau bahkan ideal dalam satu masa bisa dilihat kembali melalui film. 

Dengan begitu, sinema bisa menjadi bahan refleksi bagi generasi berikutnya tentang bagaimana masyarakat berubah.

2. Film sebagai Medium Filsafat

Pernah merasa setelah menonton film tertentu, pikiranmu jadi penuh pertanyaan? Itu karena film bisa berfungsi sebagai medium filsafat. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore