Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 September 2025 | 00.05 WIB

Takut Saat Didekati Seseorang? Bisa jadi Kamu Punya Philophobia atau Takut Jatuh Cinta, Ini Penjelasan Psikologinya

Philophobia atau Takut Jatuh Cinta, Ini Penjelasan Psikologinya (Freepik) - Image

Philophobia atau Takut Jatuh Cinta, Ini Penjelasan Psikologinya (Freepik)

 
JawaPos.com - Cinta adalah bagian alami dari hidup manusia. Sejak lahir, kita sudah mengenal kasih sayang lewat perhatian orang tua atau pengasuh yang menenangkan kita ketika menangis.

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan untuk merasakan kedekatan emosional dan hubungan yang hangat semakin besar. 

Namun, anehnya tidak semua orang merasa nyaman dengan cinta. Ada sebagian orang yang justru merasa takut untuk jatuh cinta. Rasa takut yang berlebihan ini dikenal dengan istilah philophobia.

Pada salah satu video dari kanal youtube psikologi populer yakni Psych2go, dijelaskan bahwa, Philophobia bukan sekadar rasa canggung ketika dekat dengan seseorang yang disukai.

Lebih dari itu, rasa takut ini bisa menghambat hubungan romantis dan bahkan mengganggu kesehatan mental. 

Menurut para ahli, salah satu penyebab utama philophobia adalah pola keterikatan di masa kecil. Misalnya, hubungan yang tidak sehat dengan orang tua, pengalaman traumatis, atau pernah merasakan kehilangan cinta di masa lalu.

Semua itu bisa membentuk pola pertahanan diri sehingga seseorang enggan membuka hati.

Lalu, bagaimana cara mengenali tanda-tanda philophobia? Ada beberapa ciri yang umum muncul. 

 

  1. Pertama, terlalu kritis terhadap pasangan. Meski sebenarnya hubungan berjalan baik, orang dengan philophobia cenderung fokus pada kekurangan kecil dan berusaha menciptakan jarak. 

  • Kedua, muncul sikap detachment atau ketidakmauan terlibat dalam masalah pasangan. Mereka enggan terlalu dekat karena takut merasa rentan. 

  • Ketiga, sering dilanda keraguan atau second guessing. Awalnya bahagia, namun keesokan harinya penuh pertanyaan dan ketakutan. Selain itu, mereka juga bisa bersikap tertutup, pasif-agresif, dan sulit menyampaikan perasaan yang sebenarnya.

  • Pada akhirnya, jatuh cinta memang melibatkan risiko. Hubungan bisa berakhir dengan luka, tetapi tanpa cinta hidup akan terasa hampa.

    Menolak cinta sama saja dengan menutup pintu dari salah satu pengalaman paling indah dalam hidup.

    Oleh karena itu, jika kamu merasa memiliki tanda-tanda philophobia, penting untuk menyadari bahwa ketakutan ini bisa diatasi.

    Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore