
Ilustrasi seorang memegang ponsel. (Freepik)
JawaPos.com - Media sosial telah menciptakan ruang unik di mana berbagai generasi bisa berinteraksi dan berbagi cerita. Namun, perbedaan usia sering kali memunculkan kebiasaan khas dari masing-masing generasi. Generasi "Baby Boomer" memiliki cara sendiri yang unik saat menggunakannya.
Melansir dari Geediting.com Jumat (12/9), beberapa kebiasaan mereka, meskipun dilakukan dengan niat baik, bisa terlihat norak bagi generasi yang lebih muda. Kebiasaan ini terkadang membuat generasi muda merasa aneh atau tidak nyaman. Mari kita kenali tujuh hal yang tanpa sadar mereka lakukan di media sosial.
1. Menggunakan Emoji secara Berlebihan
Generasi boomer sepertinya sangat menyukai emoji dan tidak takut menggunakannya secara berlebihan. Mereka akan menambahkan banyak emoji dalam satu kalimat, bahkan untuk hal-hal yang sepele. Ini seolah mereka ingin membuat postingan mereka terlihat sangat emosional.
2. Berbagi dan Berbagi Segala Hal
Mereka gemar sekali membagikan setiap detail kecil dalam kehidupan mereka, mulai dari sarapan hingga bunga di kebun. Bagi mereka, ini adalah cara yang tulus untuk tetap terhubung. Namun, bagi generasi yang lebih muda, ini dianggap sebagai "oversharing".
3. Ketidakpahaman Menggunakan Tagar
Satu di antara kebiasaan yang paling mencolok, mereka mencoba menyatukan seluruh kalimat menjadi satu tagar panjang. Mereka menganggap tagar sebagai cara untuk menekankan sebuah postingan. Ini membuat postingan mereka sulit dicari dan terlihat tidak relevan.
4. Suka Membagikan Pesan Berantai
Mereka sering membagikan pesan berantai, baik itu nasib buruk, tips kesehatan, atau cerita mengharukan. Pesan semacam ini sering kali berakhir di kotak masuk pesan. Kebiasaan ini menunjukkan sisi lugu mereka yang kurang sadar akan hoaks atau spam.
5. Terobsesi Menggunakan Huruf Kapital
Banyak generasi boomer memiliki kebiasaan menggunakan huruf kapital berlebihan di media sosial. Hal ini mungkin mereka lakukan untuk memperjelas pesan yang ingin disampaikan. Namun, dalam etiket digital, ini dianggap sebagai teriakan atau seruan yang agresif.
6. Mengirim Pesan Publik yang Seharusnya Pribadi
Ini adalah kesalahan klasik. Mereka akan menulis pesan yang seharusnya dikirim melalui pesan pribadi, tetapi justru menulisnya di kolom komentar publik. Pesan ini sering kali memuat informasi personal. Ini menunjukkan bahwa mereka masih belum terbiasasi menggunakan fitur-fitur media sosial secara cermat.
7. Hobi Melakukan "Like" pada Banyak Hal

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
