
Ilustrasi wanita kaya. (Freepik)
JawaPos.com – Ketimpangan ekonomi semakin mencolok di tengah gejolak inflasi, perubahan pasar kerja, serta perkembangan teknologi.
Kondisi ini menimbulkan jurang pemisah antara kelompok kaya yang terus memperbesar asetnya dan kelompok miskin yang semakin terhimpit kebutuhan hidup.
Berikut adalah 5 sebab utama yang membuat orang kaya semakin kaya, sementara orang miskin kian terpuruk, seperti dilansir dari laman Forbes pada Kamis (11/9).
Orang kaya memiliki akses luas pada aset seperti saham, properti, dan instrumen investasi lain. Kenaikan nilai aset tersebut memberi perlindungan terhadap inflasi, bahkan memperbesar kekayaan mereka. Dengan berinvestasi sejak dini, mereka menikmati efek bunga majemuk yang melipatgandakan keuntungan.
Sementara itu, masyarakat berpenghasilan rendah tidak mampu berinvestasi, sehingga hanya menjadi penonton dari pertumbuhan kekayaan tersebut.
Inflasi mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok seperti pangan, bensin, dan sewa rumah. Bagi pekerja berpenghasilan menengah dan rendah, upah yang stagnan membuat daya beli mereka menurun tajam.
Sebaliknya, orang kaya relatif aman karena kekayaan mereka tumbuh seiring nilai aset yang meningkat. Kondisi ini memperlebar jurang ketimpangan pendapatan antarstrata sosial.
Banyak lulusan perguruan tinggi terjebak dalam utang pendidikan yang memberatkan. Sebagian besar bahkan harus menerima pekerjaan yang tidak sesuai kualifikasi karena keterbatasan lapangan kerja.
Ekonomi menambah ketidakpastian, membuat pekerja hidup dengan kontrak sementara tanpa jaminan masa depan. Situasi ini menghambat akumulasi kekayaan bagi kelompok menengah dan bawah.
Perkembangan kecerdasan buatan dan otomatisasi menjadi pedang bermata dua di dunia kerja. Sebagian besar pekerjaan dengan upah rendah berisiko tergantikan mesin, sementara pekerjaan baru menuntut keterampilan tinggi.
Orang kaya yang memiliki modal dapat berinvestasi dalam teknologi dan meraih keuntungan. Sebaliknya, pekerja miskin terancam kehilangan penghasilan tanpa memiliki kesempatan setara untuk beradaptasi.
Banyak keluarga berpenghasilan rendah terjebak dalam utang dari hipotek, kredit mobil, hingga kartu kredit berbunga tinggi. Biaya kesehatan yang mahal dan keadaan darurat finansial membuat tabungan cepat terkuras.
Tanpa dana darurat, mereka sulit membangun kembali fondasi keuangan yang sehat. Kondisi ini menjerat keluarga miskin dalam spiral keuangan yang sulit diputus.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
