Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 17.25 WIB

Perfeksionis, Takut Gagal, hingga Cemas: Inilah Tanda Psikologis Orang yang Sering Menunda Pekerjaan

Ilustrasi seseorang yang terlalu perfeksionis. (Freepik/tirachardz)

JawaPos.com – Kebiasaan menunda pekerjaan atau procrastination sering kali dianggap sebagai tanda malas. Padahal, menurut psikolog, perilaku ini justru berkaitan erat dengan kondisi psikologis seseorang. Prokrastinasi tidak hanya berdampak pada produktivitas, tetapi juga bisa memengaruhi kesehatan mental jangka panjang.

Lantas, apa tanda psikologis orang yang sering menunda pekerjaan, dan bagaimana cara mengatasinya?

Apa Itu Prokrastinasi?

Menurut McLean Hospital (2022), prokrastinasi adalah kecenderungan untuk menunda tugas yang seharusnya segera diselesaikan, meskipun menyadari konsekuensi negatifnya. Fenomena ini bukan sekadar soal manajemen waktu yang buruk, melainkan juga berkaitan dengan regulasi emosi.

Sementara itu, Verywell Mind (2023) menjelaskan bahwa orang yang sering menunda pekerjaan biasanya melakukannya untuk menghindari rasa cemas, takut gagal, atau karena merasa terbebani dengan ekspektasi tinggi. Dengan kata lain, menunda pekerjaan sering menjadi strategi “pelarian” dari tekanan psikologis.

Tanda Psikologis Orang yang Sering Menunda

Psikolog mengidentifikasi sejumlah ciri psikologis yang umum ditemukan pada orang yang gemar menunda pekerjaan:

  1. Perfeksionisme Tinggi
    Menurut American Psychological Association (2010), orang perfeksionis cenderung menunda pekerjaan karena takut hasilnya tidak sempurna. Alih-alih segera memulai, mereka lebih memilih menunggu waktu yang dianggap “ideal”.

  • Kesulitan Mengatur Emosi
    Penelitian dari Positive Psychology (2020) menyebutkan bahwa prokrastinasi erat kaitannya dengan regulasi emosi yang buruk. Seseorang lebih memilih aktivitas menyenangkan sesaat untuk meredakan stres, ketimbang menghadapi tugas utama.

  • Kurangnya Motivasi Internal
    Psychology Today menambahkan, individu yang sulit menemukan makna dalam pekerjaannya lebih rentan menunda. Mereka membutuhkan dorongan eksternal seperti deadline atau teguran atasan untuk bergerak.

  • Rasa Cemas dan Takut Gagal
    Psikologi UMSIDA (2022) menegaskan, banyak orang menunda pekerjaan karena cemas tidak mampu memenuhi standar tertentu. Rasa takut ini justru membuat pekerjaan makin tertunda dan menumpuk.

  • Gangguan Konsentrasi
    Menurut Insights Psychology (2021), otak orang yang sering menunda menunjukkan aktivitas di area yang berkaitan dengan pengendalian diri lebih rendah. Akibatnya, mereka mudah terdistraksi dan sulit fokus pada prioritas.

  • Prokrastinasi bukan sekadar kebiasaan buruk, tetapi ada faktor psikologis yang melatarbelakanginya. Verywell Mind menekankan bahwa penundaan sering muncul karena otak lebih memilih “reward instan” daripada kepuasan jangka panjang. Inilah sebabnya, seseorang lebih memilih scrolling media sosial atau menonton serial ketimbang menyelesaikan tugas.

    Selain itu, APA menjelaskan bahwa faktor lingkungan juga berperan. Tekanan kerja yang tinggi, ekspektasi dari keluarga, atau kultur perfeksionisme bisa memperkuat perilaku menunda pekerjaan.

    Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore