Ilustrasi seseorang yang terlalu perfeksionis. (Freepik/tirachardz)
JawaPos.com – Kebiasaan menunda pekerjaan atau procrastination sering kali dianggap sebagai tanda malas. Padahal, menurut psikolog, perilaku ini justru berkaitan erat dengan kondisi psikologis seseorang. Prokrastinasi tidak hanya berdampak pada produktivitas, tetapi juga bisa memengaruhi kesehatan mental jangka panjang.
Lantas, apa tanda psikologis orang yang sering menunda pekerjaan, dan bagaimana cara mengatasinya?
Apa Itu Prokrastinasi?
Menurut McLean Hospital (2022), prokrastinasi adalah kecenderungan untuk menunda tugas yang seharusnya segera diselesaikan, meskipun menyadari konsekuensi negatifnya. Fenomena ini bukan sekadar soal manajemen waktu yang buruk, melainkan juga berkaitan dengan regulasi emosi.
Sementara itu, Verywell Mind (2023) menjelaskan bahwa orang yang sering menunda pekerjaan biasanya melakukannya untuk menghindari rasa cemas, takut gagal, atau karena merasa terbebani dengan ekspektasi tinggi. Dengan kata lain, menunda pekerjaan sering menjadi strategi “pelarian” dari tekanan psikologis.
Tanda Psikologis Orang yang Sering Menunda
Psikolog mengidentifikasi sejumlah ciri psikologis yang umum ditemukan pada orang yang gemar menunda pekerjaan:
Perfeksionisme Tinggi
Menurut American Psychological Association (2010), orang perfeksionis cenderung menunda pekerjaan karena takut hasilnya tidak sempurna. Alih-alih segera memulai, mereka lebih memilih menunggu waktu yang dianggap “ideal”.
Kesulitan Mengatur Emosi
Penelitian dari Positive Psychology (2020) menyebutkan bahwa prokrastinasi erat kaitannya dengan regulasi emosi yang buruk. Seseorang lebih memilih aktivitas menyenangkan sesaat untuk meredakan stres, ketimbang menghadapi tugas utama.
Kurangnya Motivasi Internal
Psychology Today menambahkan, individu yang sulit menemukan makna dalam pekerjaannya lebih rentan menunda. Mereka membutuhkan dorongan eksternal seperti deadline atau teguran atasan untuk bergerak.
Rasa Cemas dan Takut Gagal
Psikologi UMSIDA (2022) menegaskan, banyak orang menunda pekerjaan karena cemas tidak mampu memenuhi standar tertentu. Rasa takut ini justru membuat pekerjaan makin tertunda dan menumpuk.
Gangguan Konsentrasi
Menurut Insights Psychology (2021), otak orang yang sering menunda menunjukkan aktivitas di area yang berkaitan dengan pengendalian diri lebih rendah. Akibatnya, mereka mudah terdistraksi dan sulit fokus pada prioritas.
Prokrastinasi bukan sekadar kebiasaan buruk, tetapi ada faktor psikologis yang melatarbelakanginya. Verywell Mind menekankan bahwa penundaan sering muncul karena otak lebih memilih “reward instan” daripada kepuasan jangka panjang. Inilah sebabnya, seseorang lebih memilih scrolling media sosial atau menonton serial ketimbang menyelesaikan tugas.
Selain itu, APA menjelaskan bahwa faktor lingkungan juga berperan. Tekanan kerja yang tinggi, ekspektasi dari keluarga, atau kultur perfeksionisme bisa memperkuat perilaku menunda pekerjaan.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
