
Perfeksionisme dalam kepribadian dapat menjadi kekuatan sekaligus tantangan yang memengaruhi kualitas hidup seseorang. (Freepik)
JawaPos.com – Perfeksionis kerap dipandang sebagai sifat positif karena mencerminkan standar tinggi dan ketelitian. Namun, di balik kelebihannya, perfeksionis juga bisa menjadi beban jika tidak dikelola dengan bijak. Dalam psikologi kepribadian, tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) sering digunakan untuk mengidentifikasi kecenderungan tersebut. Lantas, tipe MBTI mana yang cenderung perfeksionis, dan apa dampaknya dalam kehidupan sehari-hari?
Mengapa Perfeksionis Terjadi?
Perfeksionis adalah dorongan untuk selalu menghasilkan sesuatu yang sempurna, bahkan sering kali melebihi standar wajar. Menurut penelitian di ScienceDirect, kecenderungan ini dapat dipengaruhi oleh faktor internal (karakter, ekspektasi diri) maupun eksternal (tuntutan lingkungan, budaya kerja).
Situs 16Personalities menyebutkan bahwa perfeksionisme banyak ditemukan pada individu dengan identitas Turbulent (T), yakni tipe kepribadian yang cenderung sensitif terhadap kritik, mudah cemas, dan selalu ingin memperbaiki diri.
Tipe MBTI yang Cenderung Perfeksionis
INFJ (The Advocate)
INFJ sering disebut sebagai pribadi idealis dengan dorongan kuat untuk membuat dunia lebih baik. Menurut 16Personalities, mereka menaruh standar tinggi baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Plusnya, INFJ dapat menghasilkan karya yang mendalam dan bermakna. Namun, sisi minusnya adalah kecenderungan merasa kecewa ketika kenyataan tidak sesuai harapan.
INTJ (The Mastermind)
INTJ dikenal sebagai pemikir strategis. Mereka perfeksionis dalam hal perencanaan dan sering kali ingin semua berjalan sesuai logika yang disusun. Menurut Myers-Briggs Foundation, INTJ jarang puas dengan hasil yang “cukup baik”. Hal ini membuat mereka unggul dalam inovasi, tetapi juga bisa membuat mereka terlalu kaku dan sulit berkompromi.
ISTJ (The Inspector)
Tipe ini perfeksionis dalam detail. Mereka sangat teliti dan tidak suka ada kesalahan kecil. Menurut Alodokter, ISTJ cenderung patuh aturan sehingga bisa diandalkan di pekerjaan yang membutuhkan ketelitian. Namun, perfeksionisme ISTJ bisa membuat mereka sulit menerima metode baru yang lebih fleksibel.
ENFJ (The Protagonist)
Perfeksionisme ENFJ muncul dalam hubungan sosial. Mereka ingin semua orang merasa nyaman dan terkadang menekan diri sendiri demi memenuhi ekspektasi. Kelebihannya, ENFJ bisa menjadi pemimpin inspiratif. Kekurangannya, mereka rawan burnout ketika terlalu banyak menuntut diri sendiri.
Plus-Minus Perfeksionisme dalam Hidup
Plus:

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
