Mimpi bertemu orang yang kita kenal sering memunculkan mitos, namun secara fakta psikologis ini punya penjelasan.
JawaPos.com - Pernahkah kita bermimpi bertemu orang yang kita kenali? Mimpi tersebut begitu nyata sehingga kita mengaitkan hal itu dengan takhayul atau pikiran tidak logis ke kejadian di kehidupan nyata. Tapi perlu kita tahu bahwa itu merupakan peristiwa psikologis yang dapat dijelaskan.
Mimpi bahagia seperti bertemu pujaan hati, mantan kekasih, hingga idola favorit adalah pengalaman yang unik. Adapun mimpi bertemu orang terdekat yang sudah meninggal ataupun yang sedang berada jauh dari kita juga memberikan kesan unik.
Banyak takhayul yang sering diceritakan orang dulu bahkan berbau mistis terkait mimpi bertemu orang yang kita kenali. Mimpi bertemu orang kita sukai berarti sebentar lagi jodoh atau mimpi bertemu orang yang sudah meninggal berarti orang tersebut ingin menyampaikan sesuatu.
Terlepas dari mitos tersebut, secara pandangan psikologi tentang mimpi punya arti sendiri dan lebih teruji kebenarannya. Mari simak 5 fakta psikologis bermimpi orang yang kita kenali berikut ini.
Sigmund Freud dalam buku Interpretasi Mimpi (1900) menjelaskan bahwa mimpi adalah jalan menuju alam bawah sadar. Bermimpi orang yang kita kenali bisa merupakan simbol dari perasaan tersembunyi.
Mimpi tentang orang yang kita sukai misalnya mungkin bukan perkara akan bertemu di kehidupan nyata tapi mungkin perasaan suka yang terpendam dan tidak terekspresikan.
Alam bawah sadar memang merupakan tempat tersimpannya pikiran dan perasaan yang tidak diutarakan dan terlupakan. Melalui mimpi mungkin kita bisa jujur mengenai perasaan kita dan bijak memaknainya.
Pada pendekatan psikologi kognitif, Continuity Hypothesis dari Schredl & Hoffman (2003) menjelaskan bahwa mimpi adalah lanjutan dari pengalaman sehari-hari.
Maka jika kita sering berinteraksi sering dengan beberapa orang membuat kita berpotensi memunculkannya di mimpi. Seperti sering melihat konten media sosial idola kita membuat figur tersebut terbawa ke dalam mimpi.
Bermimpi orang yang kita kenali sebenarnya cara alam bawah sadar untuk berlatih bertemu dengannya. Ahli psikologi kognitif, Antti Revonsuo (2000) menjelaskan bahwa mimpi adalah simulasi interaksi sosial.
Orang dalam mimpi kita tersebut sejatinya punya suatu interaksi yang kita inginkan dan otak melatih kita dalam bentuk mimpi sebagai latihan sosial bertemu dengannya.
Melalui mimpi tersebut kita secara tidak sadar melatih sikap jika kondisi tersebut terjadi. Semisal jika bertemu pujaan hati di mimpi kita berati juga melatih diri agar siap mengutarakan perasaan padanya.

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
