
Ilustrasi seorang individu sedang membaca buku di taman, mencerminkan stimulasi mental dan ketenangan. (Freepik)
JawaPos.com - Menjaga ketajaman pikiran seiring bertambahnya usia merupakan dambaan banyak orang. Banyak yang percaya bahwa kondisi ini merupakan hasil dari faktor genetik atau keberuntungan semata. Padahal, ada beberapa kebiasaan harian yang luput dari perhatian dapat sangat memengaruhi kesehatan otak kita.
Melansir dari Geediting.com Sabtu (2/8), kebiasaan-kebiasaan ini, jika terus diabaikan, akan mempercepat penurunan kognitif. Memahami kebiasaan-kebiasaan ini adalah kunci untuk mengambil langkah proaktif. Artikel ini akan membahas tujuh kebiasaan yang sebaiknya dihindari.
1. Mengurangi Asupan Air Minum
Tubuh yang kekurangan cairan dapat memengaruhi fungsi otak secara signifikan, menyebabkan kabut mental dan sulitnya berkonsentrasi. Minum cukup air setiap hari sangat krusial untuk menjaga otak tetap bekerja optimal. Hidrasi yang baik juga membantu membersihkan racun dari otak.
Ini membantu menjaga sinyal-sinyal saraf bergerak lancar, menjaga kewaspadaan kita. Mengabaikan asupan air yang cukup adalah satu di antara kebiasaan yang harus dihindari.
2. Mengabaikan Latihan Fisik Harian
Latihan fisik teratur meningkatkan aliran darah ke otak, memberikan lebih banyak oksigen dan nutrisi. Aktivitas fisik juga merangsang pelepasan zat kimia yang meningkatkan suasana hati dan memori. Mengabaikan olahraga adalah kerugian besar.
Baik itu jalan santai atau berenang, aktivitas fisik adalah investasi untuk kesehatan otak jangka panjang. Latihan fisik adalah kebiasaan positif yang harus dipertahankan.
3. Ketergantungan Berlebihan pada GPS
Mengandalkan GPS secara berlebihan dapat menghambat kemampuan otak kita untuk menciptakan peta mental. Ini mengurangi stimulasi area otak yang bertanggung jawab untuk navigasi. Mengurangi penggunaan GPS bisa menjadi latihan yang baik.
Menantang diri sendiri untuk menemukan jalan tanpa bantuan elektronik melatih otak. Ini membantu menjaga area otak tersebut tetap aktif dan tajam.
4. Mengabaikan Stimulasi Mental
Stimulasi mental sangat penting untuk menjaga keterampilan kognitif kita tetap kuat. Membiarkan gawai dan aplikasi melakukan pemikiran untuk kita dapat menyebabkan penurunan kognitif. Ini adalah kebiasaan yang harus kita hindari.
Mengambil tantangan baru seperti teka-teki, membaca buku, atau mempelajari keahlian baru dapat menstimulasi otak. Latihan mental ini menjaga otak kita tetap kuat.
5. Mengabaikan Koneksi Sosial

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
