Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juli 2025 | 06.25 WIB

Kenali! 8 Tanda Komunikasi Beracun dalam Hubungan dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi dua orang yang berbicara dengan suasana tegang, menggambarkan komunikasi yang tidak sehat. (Freepik) - Image

Ilustrasi dua orang yang berbicara dengan suasana tegang, menggambarkan komunikasi yang tidak sehat. (Freepik)

JawaPos.com - Komunikasi adalah inti dari setiap hubungan. Namun, terkadang cara kita berinteraksi justru menjadi racun yang merusak ikatan tersebut. Mengenali tanda-tanda komunikasi beracun adalah langkah pertama untuk membangun interaksi yang lebih sehat.

Perilaku ini dapat merusak harga diri dan kepercayaan. Melansir dari Geediting.com Kamis (17/7), memahami tanda-tanda ini penting untuk memperbaiki kualitas hubungan. Berikut delapan tanda komunikasi beracun yang perlu Anda ketahui.

  1. Kritikan Berlebihan

Kritik memang bisa membangun, tetapi bila terus-menerus dan fokus pada kelemahan, itu berbahaya. Individu yang toksik seringkali terlalu kritis, mengikis rasa harga diri Anda. Penting untuk tidak memasukkan kritik ini ke dalam diri.

  • Komentar Pasif-Agresif

  • Perilaku pasif-agresif adalah cara terselubung untuk menunjukkan ketidakpuasan tanpa mengatakannya langsung. Hal ini membuat Anda bertanya-tanya apakah terlalu sensitif. Mengidentifikasi dan mengutarakan komentar ini secara sopan dapat membantu.

  • Stonewalling (Menghindar)

  • Stonewalling terjadi saat seseorang menarik diri dari percakapan atau konflik. Mereka bisa menolak bicara, mengabaikan, atau bahkan meninggalkan ruangan. Perilaku ini menghalangi penyelesaian masalah dan komunikasi yang sehat.

  • Gaslighting

  • Gaslighting adalah tindakan memanipulasi seseorang untuk meragukan ingatannya atau kewarasannya. Contohnya saat seseorang menyangkal pernah mengatakan hal menyakitkan, membuat Anda bingung. Perilaku ini menyebabkan kebingungan dan keraguan diri.

  • Pemerasan Emosional

  • Ini adalah taktik manipulasi yang menggunakan rasa takut, kewajiban, atau rasa bersalah. Tujuannya untuk mengendalikan perilaku orang lain. Pemerasan emosional menghancurkan kepercayaan dalam sebuah hubungan.

  • Mengecilkan Pencapaian Anda

  • Tanda komunikasi beracun adalah saat seseorang meremehkan prestasi atau keberhasilan Anda. Mereka mungkin iri atau tidak ingin Anda merasa baik tentang diri sendiri. Jangan biarkan ini merusak nilai atau harga diri Anda.

  • Saling Melempar Kesalahan

  • Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore