Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Juli 2025 | 03.17 WIB

7 Ucapan Ini Kelihatannya Biasa, tapi Sering Dipakai Orang untuk Bersikap Superior Tanpa Terlihat Sombong

Dua wanita sedang berdiskusi. (Pexels) - Image

Dua wanita sedang berdiskusi. (Pexels)

JawaPos.com – Dalam kehidupan sehari-hari, kita semua pasti pernah bertemu dengan orang yang tampak merendah, tetapi sebenarnya sedang meninggikan diri.

Sikap superioritas tidak selalu ditunjukkan secara terang-terangan, dan justru sering kali muncul lewat perkataan yang terdengar biasa, bahkan seolah ramah dan bijaksana.

Ucapan-ucapan ini tampak harmless pada pandangan pertama. Beberapa bahkan dibalut dengan nada empati, humor, atau pengalaman pribadi yang tampaknya ingin membantu.

Namun, jika diperhatikan lebih dalam, ada makna tersembunyi yang menempatkan si pembicara pada posisi yang lebih ‘tinggi’ daripada orang lain.

Melansir dari laman Geediting, Senin (7/7), dalam artikel ini akan mengulas 7 perkataan yang kerap digunakan untuk menyampaikan superioritas secara halus.

  1. “Aku tidak mengatakan diriku lebih baik, tapi…”

Frasa seperti “Aku tidak mengatakan bahwa diriku lebih baik, tapi...” sering digunakan secara halus oleh orang-orang yang ingin menunjukkan keunggulan mereka tanpa terdengar sombong.

Meskipun terdengar rendah hati, frasa ini sebenarnya menyiratkan bahwa si pembicara merasa lebih pintar, lebih berpengalaman, atau lebih mampu dibanding lawan bicaranya. Ini adalah cara cerdas untuk menaikkan posisi diri dalam percakapan, tanpa secara langsung merendahkan orang lain.

  1. “Lucu sekali, aku ingat dulu aku juga berpikir seperti itu”

Pernyataan seperti “Lucu sekali, aku ingat dulu ku juga berpikir seperti itu” sering terdengar ringan dan tak berbahaya. Namun, di balik kata-kata itu tersimpan makna yang lebih dalam.

Kalimat tersebut secara halus menunjukkan bahwa si pembicara merasa telah berkembang lebih jauh, dan bahwa pandangan kita kini dianggap sebagai tahap yang sudah ia lewati.

Ini adalah bentuk superioritas pasif-agresif, seseorang yang menyampaikan komentar merendahkan secara halus, seolah sedang bernostalgia.

  1. “Jika kau tahu apa yang aku tahu…”

Kadang, seseorang menyampaikan pengetahuan atau informasi tertentu dengan cara yang terdengar biasa saja, tapi sebenarnya menyiratkan bahwa mereka lebih tahu, lebih berpengalaman, atau bahkan lebih ‘tinggi’ dari orang lain. Ini adalah bentuk halus dari upaya menunjukkan superioritas melalui informasi.

Sebuah penelitian bahkan menunjukkan bahwa orang yang mengaku memiliki informasi orang dalam sering dianggap lebih berkuasa.

  1. “Aku biasanya tidak peduli dengan hal-hal sepele seperti itu”

Mengatakan bahwa sesuatu itu “sepele” mungkin terdengar biasa saja, tapi sebenarnya bisa menjadi cara halus untuk menunjukkan dominasi.

Saat seseorang menyebut suatu hal tidak penting, mereka seolah ingin menunjukkan bahwa waktu atau perhatian mereka terlalu berharga untuk hal itu. Secara tidak langsung, ini bisa membuat orang lain merasa diremehkan atau dianggap kurang bernilai.

Ini adalah bentuk lain dari upaya menegaskan superioritas, seakan pembicara berada di tingkat yang lebih tinggi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore