
Ilustrasi mimpi melihat ular/freepik
JawaPos.com - Di balik bentuknya yang licin dan gerakannya yang menakutkan, ular ternyata menyimpan makna yang cukup dalam dalam tradisi Jawa.
Tidak sedikit orang tua zaman dulu yang berkata, “Kalau ada ular masuk rumah, itu bukan cuma soal binatang nyasar, tapi bisa jadi pesan dari alam.”
Menurut penjelasan pada salah satu video di kanal youtube yang aktif membawa Primbon Jawa yakni Mazensa, dalam Primbon Jawa (ilmu titen yang diwariskan turun-temurun), ular sering dikaitkan dengan simbol peringatan.
Menurut Primbon, ular berbisa seperti kobra atau weling yang masuk ke rumah bisa menjadi isyarat akan datangnya musibah. Terutama jika ular itu masuk dengan cara yang agresif atau tampak “mengganggu” penghuni rumah.
Musibah di sini tidak selalu berarti kematian, bisa juga kehilangan besar, kecelakaan, atau jatuh sakit. Ular jenis ini dipercaya membawa energi peringatan yang tajam.
Sementara itu, jika ular tidak berbisa masuk di malam hari, itu diyakini sebagai isyarat bahwa ada konflik atau gesekan kecil dalam keluarga yang mulai mengganggu ketenangan rumah tangga. Hal ini penting untuk disadari sejak awal, karena masalah kecil yang diabaikan bisa tumbuh menjadi masalah besar. Ular dalam konteks ini mengingatkan pentingnya komunikasi yang terbuka.
Jika ular berbisa masuk malam hari, tafsir Primbon menjadi lebih tajam. Ini diyakini sebagai firasat akan adanya kabar duka atau perpisahan dengan orang yang dicintai. Bukan untuk menakut-nakuti, namun sebagai pengingat agar kita lebih menghargai waktu dan kebersamaan dengan keluarga.
Kepercayaan serupa juga hidup di kalangan masyarakat Sunda. Mereka memaknai masuknya ular sebagai peringatan kesehatan, baik fisik maupun spiritual. Bukan hanya tentang sakit jasmani, tapi juga tentang kondisi rumah tangga yang sedang goyah atau hubungan yang mulai retak.
Tentu saja semua kepercayaan ini kembali lagi pada keyakinan masing-masing. Apakah ular yang masuk rumah adalah pertanda atau hanya kejadian biasa, yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya. Primbon Jawa mengajarkan kita untuk lebih peka pada tanda-tanda alam, lebih mawas diri, dan lebih berhati-hati dalam menjalani hidup.
Dan yang paling penting, jangan lupa untuk selalu mengandalkan doa dan usaha dalam menghadapi segala kemungkinan yang datang. Karena sejatinya, takdir tetap di tangan Tuhan, dan kita hanya dituntut untuk membaca tanda-tandanya dengan bijak.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
