
Ilustrasi lari sore.
JawaPos.com - Berolahraga secara rutin adalah kunci untuk menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan secara keseluruhan. Di antara berbagai pilihan, lari sore menjadi salah satu aktivitas fisik yang sangat praktis dan bisa Anda lakukan hampir setiap hari.
Menurut Alodokter, sore hari adalah waktu yang ideal untuk berlari karena pada saat itu suhu tubuh Anda sedang mencapai puncaknya. Kondisi ini dapat mengurangi risiko cedera otot dan persendian, membuat sesi lari jadi lebih aman dan nyaman.
Sementara itu, Prodiadigital menyarankan bagi Anda yang ingin mencoba lari sore, waktu yang direkomendasikan adalah antara pukul 15.00 hingga 18.00. Rentang waktu ini memberikan kesempatan optimal untuk mendapatkan manfaat maksimal.
Meskipun terbilang sederhana, manfaat lari sore ternyata sangat baik bagi kesehatan Anda. Apa saja keuntungan yang bisa Anda peroleh dari kebiasaan baik ini? Berikut adalah beberapa manfaat lari sore yang mungkin jarang diketahui banyak orang.
1. Membantu Menjaga Kualitas Pernapasan
Selama berlari, paru-paru dan jantung bekerja secara maksimal untuk mendukung aktivitas tubuh. Jantung memompa darah lebih kuat agar oksigen yang diperoleh dari napas cepat dapat dialirkan ke seluruh tubuh.
Darah yang kaya oksigen tersebut kemudian mengalir ke paru-paru untuk menyimpan cadangan oksigen. Semakin sering berolahraga, jantung semakin terlatih dan paru-paru lebih kuat dalam menyimpan oksigen dengan kapasitas optimal.
2. Mendukung Proses Penurunan Berat Badan
Lari sore menjadi salah satu pilihan sederhana dan efektif untuk membantu mengurangi berat badan. Saat berlari, tubuh membakar cadangan lemak berlebih sehingga berat badan dapat turun secara alami. Inilah mengapa orang yang rutin melakukan lari sore cenderung memiliki postur tubuh ideal dan terhindar dari masalah kelebihan berat badan.
3. Meningkatkan Performa Olahraga
Suhu inti tubuh akan mencapai puncaknya pada sore hari, yang berfungsi seperti pemanasan alami bagi tubuh. Kondisi ini membuat otot lebih mudah berkontraksi dan tidak kaku saat berlari.
Kekuatan otot pun berada pada titik optimal di waktu tersebut, sehingga tubuh dapat bergerak lebih efektif saat jogging sore. Hal ini mendukung performa olahraga dan mengurangi risiko cedera. Waktu yang disarankan untuk lari agar mendapatkan manfaat ini adalah antara pukul 15.00 hingga 18.00.
4. Meningkatkan Kecerdasan Otak
Lari sore dapat mendukung fungsi kognitif karena memperlancar aliran darah ke bagian otak yang berperan dalam kecerdasan. Aktivitas ini juga berkontribusi mengurangi risiko demensia, terutama pada lansia, serta merangsang produksi senyawa pelindung otak dari penuaan.
Selain itu, jogging sore selama 30 hingga 60 menit dapat membantu memperbesar hipokampus (bagian otak yang berperan dalam memori) dan meningkatkan volume area abu-abu yang berkaitan dengan kemampuan berpikir, pengolahan bahasa, perencanaan, dan manajemen waktu.
5. Membantu Mengendalikan Kadar Gula Darah
Bagi penderita diabetes tipe 2, lari sore menjadi pilihan tepat untuk mendukung pengendalian kadar gula darah. Studi terbitan Diabetologia pada 2018 menunjukkan bahwa olahraga di sore hari lebih efektif menurunkan gula darah dibandingkan pagi hari.
Hal ini berkaitan dengan metabolisme tubuh yang meningkat pada sore hari serta sensitivitas tubuh terhadap insulin yang lebih baik sehingga glukosa lebih cepat diolah menjadi energi. Selain itu, toleransi glukosa pun meningkat sehingga tubuh mampu membuang kelebihan gula dengan lebih baik.
6. Menjaga Kualitas Tidur di Malam Hari
Lari sore membantu membuat tidur malam lebih nyenyak. Berlari dengan intensitas sedang hingga tinggi mengurangi waktu terjaga saat menunggu kantuk datang dan menurunkan frekuensi terbangun di tengah tidur. Tubuh yang lelah setelah berlari pun lebih mudah terlelap, sekaligus membantu mengatur jam biologis sehingga pola tidur menjadi lebih teratur.
7. Mengurangi Emosi Negatif
Berolahraga sore hari dapat menjadi cara alami untuk meredakan emosi negatif, seperti stres atau rasa sedih. Peningkatan suhu inti tubuh saat lari membantu menghangatkan batang otak yang berperan dalam menurunkan ketegangan dan membuat tubuh lebih rileks.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
