Ilustrasi menyimpan peralatan dapur agar tetap rapi. (Freepik)
JawaPos.com - Dalam kehidupan modern, dapur sering dianggap sekadar tempat memasak. Padahal, jika kita kembali ke akar budaya Jawa, dapur menyimpan filosofi mendalam yang menyentuh aspek spiritual dan energi kehidupan.
Tak hanya soal makanan, tapi juga tentang rezeki, keseimbangan batin, dan keteraturan rumah tangga.
Dapur yang terjaga kebersihannya dipercaya membawa berkah. Sebaliknya, dapur yang kotor dan sembarangan bisa menjadi sumber penghalang rezeki.
Menurut penjelasan pada salah satu video di kanal youtube yang aktif membahas primbon jawa yakni, Ngaos Jawa, tradisi leluhur Jawa mengajarkan bahwa dapur adalah cerminan jiwa penghuni rumah.
Ungkapan “Dapur iku panguripan” (Dapur adalah sumber kehidupan) bukan hanya kiasan, melainkan pesan nyata bahwa keberlangsungan hidup bisa dilihat dari cara kita menjaga ruang ini. Lalu, apa saja hal yang memengaruhi rezeki dilihat dari dapur kita?
Pertama, kebersihan adalah syarat utama. Dapur yang bau, penuh sisa makanan, dan lemak di mana-mana adalah tempat favorit energi negatif. Kebersihan mencerminkan ketulusan dan kesiapan menerima berkah.
Baca Juga: 5 Frasa Halus yang Sering Digunakan oleh Para Penyuka Orang Lain dalam Percakapan Sehari-hari
Kedua, niat dan emosi saat memasak juga sangat penting. Filosofi Jawa menyebut makanan sebagai spons energi.
Jika dimasak dengan marah atau emosi negatif, maka makanan tersebut bisa berdampak buruk pada psikologis keluarga yang mengonsumsinya.
Tak heran jika rumah tangga menjadi sering bertengkar, rezeki tersendat, atau kesehatan menurun.
Ketiga, posisi dan isi dapur juga punya pengaruh. Meletakkan barang rusak, tempat beras kosong, atau sampah dekat kompor dianggap bisa menghambat aliran energi positif.
Kompor sebagai simbol “api kehidupan” harus dijaga tetap bersih dan menyala dengan semangat.
Keempat, waktu memasak pun ada aturannya. Dalam budaya Jawa, memasak tengah malam antara pukul 12 hingga 3 pagi dianggap sebagai waktu “wingit” yang sebaiknya dihindari karena bisa membawa aura tidak baik.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
