
Ilustrasi cuci muka pakai sampo antijamur untuk atasi fungal acne. (Pexels.com)
JawaPos.com – Tren menggunakan sampo untuk cuci muka, khususnya untuk mengatasi fungal acne, sempat menjadi viral.
Tren menggunakan sampo untuk mencuci muka, terutama sampo dengan kandungan antijamur seperti ketoconazole untuk mengatasi fungal acne alias jerawat jamur.
Banyak pengguna TikTok dan Instagram mengklaim kulit mereka membaik hanya dalam hitungan hari setelah rutin mencuci wajah dengan sampo jenis ini. Namun, benarkah tren ini aman dan efektif?
"Tren menggunakan sampo untuk mencuci muka sering kali salah kaprah dan dapat menyebabkan masalah kulit. Penting untuk memahami perbedaan antara fungal acne dan bacterial acne agar tidak salah perawatan," jelas dr. Kamilah Jaidi, MARS, Dipl. AAAM dalam kanal YouTube miliknya @dr.kamilajaidi.
Fungal acne, yang dalam dunia medis dikenal sebagai Malassezia folliculitis, adalah peradangan pada folikel rambut akibat pertumbuhan berlebih jamur Malassezia di kulit.
Meski tampilannya mirip jerawat, kondisi ini berbeda dari jerawat yang disebabkan oleh bakteri dan tidak merespons pengobatan jerawat pada umumnya.
Karena itu, diagnosis yang tepat serta penanganan harus dilakukan oleh dokter. Penggunaan obat antijamur seperti ketokonazol dan sampo khusus perlu dilakukan secara hati-hati, karena jika tidak tepat justru bisa memperburuk kondisi kulit.
"Fungal acne disebabkan oleh jamur dan memiliki ciri khas jerawat kecil yang berkelompok," imbuh dr. Kamilah.
Salah satu produk yang sering digunakan dalam penanganan infeksi jamur di kulit adalah sampo yang mengandung ketoconazole 2 persen, seperti Nizoral. Kandungan antijamur ini umumnya diresepkan dokter untuk mengatasi kondisi seperti ketombe parah atau dermatitis seboroik pada kulit kepala.
Menurut Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology edisi 2024, ketoconazole terbukti efektif melawan jamur Malassezia, bahkan di area wajah. Namun, agar hasilnya optimal dan tidak menimbulkan iritasi, penggunaannya tetap harus sesuai anjuran medis.
"Penggunaan produk yang tidak sesuai bisa memperburuk kondisi kulit. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba tren perawatan kulit baru," imbuh dr. Kamilah.
Bagi penderita fungal acne yang tidak kunjung membaik dengan produk biasa, penggunaan sampo antijamur bisa menjadi solusi darurat-asalkan dilakukan dengan pengawasan.
"Fungal acne membutuhkan penanganan yang tepat oleh dokter, biasanya dengan terapi antifungal seperti ketoconazole," tambah dr. Kamilah.
Penggunaan maksimal 2–3 kali seminggu dan dibilas dengan benar bisa membantu, namun tidak disarankan untuk pemakaian jangka panjang tanpa konsultasi dokter.
Dalam studi oleh Dermatologic Therapy Journal tahun 2024, pasien dengan Malassezia folliculitis yang diberi pengobatan topikal ketoconazole selama 2 minggu menunjukkan perbaikan hingga 75 persen.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
