Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Mei 2025 | 01.47 WIB

Strategi Finansial yang Kurang Baik: 7 Kebiasaan Ini Seperti Terlihat Bagus, Tapi Kenyataannya Jadi Boros

Ilustrasi orang yang tidak memiliki strategi keuangan dengan baik. (Pexels.com/MikhailNilov) - Image

Ilustrasi orang yang tidak memiliki strategi keuangan dengan baik. (Pexels.com/MikhailNilov)

JawaPos.com - Kita semua pasti punya strategi finansial tertentu, bagaimanapun caranya agar tidak boros dan keadaannya tetap stabil.

Tapi jika menerapkan strategi finansial yang kurang baik atau tidak dengan pemahaman mendalam, maka bisa jadi terperangkap hingga akhirnya menjadi berantakan.

Dilansir dari laman Ge Editing pada Minggu (18/05) 7 kebiasaan ini seperti terlihat bagus, tapi kenyataannya jadi boros :

1. Membeli barang murah

Ini adalah kesalahpahaman umum yang banyak dari kita jatuh ke dalamnya. Daya tarik menghemat beberapa rupiah sekarang sering kali dapat membutakan kita terhadap biaya potensial yang lebih banyak.

Mari kita ambil contoh sederhana, seperti membeli sepatu. Kamu dapat membeli sepasang sepatu yang harganya lebih murah di muka tetapi cepat rusak dan perlu sering diganti.

Label harga pada sepatu yang berkualitas mungkin membuat kamu terkejut pada awalnya. Tetapi ketika kamu mempertimbangkan umur panjang produk, mudah untuk melihat bagaimana membeli yang murah sebenarnya dapat menghabiskan lebih banyak biaya dalam jangka panjang.

2. Tidak merawat barang atau tubuh dengan baik

Perawatan preventif baik untuk kesehatan, mobil, atau rumah mungkin tampak seperti pengeluaran yang tidak perlu ketika semuanya tampak beres. Tapi percayalah, mengabaikannya dapat menyebabkan masalah yang lebih besar yang seringkali jauh lebih mahal untuk diperbaiki.

Contoh saja ketika mobilmu tidak pernah dirawat mesin-mesinnya setiap bulan, maka ia akan rusak di lain waktu yang bisa mengeluarkan biaya fantastis.

3. Mengabaikan efisiensi energi

Dalam upaya menghemat uang, banyak dari kita memilih peralatan yang lebih murah tanpa mempertimbangkan efisiensi energinya. Mungkin tampak seperti kamu menghemat uang pada awalnya, tetapi kenyataannya adalah peralatan ini kemungkinan akan mengumpulkan tagihan utilitas dari waktu ke waktu.

Kulkas lama dapat menggunakan listrik hingga tiga kali lebih banyak daripada model baru dengan peringkat Energy Star. Ketika melihatnya seperti itu, biaya awal alat hemat energi sering kali dapat diimbangi dengan uang yang kamu hemat untuk tagihan energi dari waktu ke waktu.

Jadi meskipun model hemat energi mungkin harganya sedikit lebih mahal di muka, mereka biasanya terbukti menjadi pilihan yang lebih murah dalam jangka panjang.

4. Memilih makanan cepat saji

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore