Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Mei 2025 | 01.02 WIB

7 Latihan Fisik Aman Tingkatkan Kekuatan Tulang bagi Penderita Osteoporosis agar Tetap Aktif dan Stabil

Ilustrasi latihan aman untuk penderita osteoporosis (Dok. Freepik)

JawaPos.com – Latihan fisik secara teratur berperan penting dalam memperkuat tulang dan meningkatkan stabilitas tubuh bagi penderita osteoporosis.

Osteoporosis merupakan kondisi yang ditandai oleh penurunan kepadatan dan kualitas jaringan tulang.

Menurut Dr. Jessica Starr, ahli endokrinologi dari Hospital for Special Surgery di New York City, aktivitas fisik teratur dapat merangsang pembentukan tulang baru.

Mengetahui jenis latihan yang aman dan efektif dapat membantu memperlambat perkembangan osteoporosis serta mencegah risiko patah tulang.

Berikut 7 latihan fisik aman tingkatkan kekuatan tulang bagi penderita osteoporosis agar tetap aktif dan stabil dilansir dari laman Healthcentral, Kamis (8/5).

Latihan beban memicu respons mekanis pada tulang yang membantu pembentukan jaringan baru. Gaya tekan dari otot saat bergerak memperkuat struktur kerangka.

Aktivitas seperti berjalan, naik tangga, dan squat memberi manfaat langsung. Konsistensi latihan menjadi kunci keberhasilan peningkatan massa tulang.

2. Keseimbangan Bantu Cegah Jatuh

Latihan seperti berdiri dengan satu kaki melatih stabilitas otot inti dan kaki. Kemampuan tubuh menjaga posisi saat berdiri dapat mencegah jatuh yang berisiko fatal.

Stabilitas yang terlatih membantu menjalani aktivitas harian dengan lebih aman. Hal ini sangat penting pada usia lanjut dengan penurunan kepadatan tulang.

3. Fleksibilitas Dorong Mobilitas

Gerakan peregangan paha dan pinggul mencegah kekakuan otot akibat kurang gerak. Kelenturan tubuh mendukung postur dan memperbaiki biomekanika sendi.

Mobilitas yang baik mempermudah gerakan tanpa beban berlebih pada tulang. Hal ini mengurangi risiko ketegangan dan keausan sendi secara tidak merata.

4. Postur Bantu Lindungi Tulang Belakang

Latihan yang memperkuat otot punggung dan bahu seperti resistance band mendukung postur tegak. Posisi tubuh yang seimbang menjaga distribusi beban secara alami.

Tulang belakang terlindungi dari tekanan berlebih dan risiko fraktur. Kebiasaan menjaga postur baik berdampak langsung pada keamanan tulang.

5. Latihan Aman Perlu Dipilih

Pemilihan gerakan seperti squat, step-up, dan resistance band disesuaikan dengan kemampuan fisik. Perlu dimulai dari intensitas rendah dengan fokus pada teknik yang benar.

Alat seperti resistance band memberi latihan efektif tanpa beban berat. Pengawasan awal dari tenaga medis direkomendasikan.

6. Frekuensi Tentukan Hasil Optimal

Latihan kekuatan dua hingga empat kali per minggu memberi hasil yang signifikan. Waktu latihan dapat dibagi dalam sesi terpisah untuk menjaga kenyamanan.

Peningkatan bertahap diperlukan untuk menghindari cedera. Kedisiplinan sangat mendukung efektivitas pembentukan tulang.

7. Kardio Dukung Metabolisme Tulang

Aktivitas seperti berjalan cepat, lari ringan, atau elliptical trainer memperkuat jantung dan tulang. Latihan ini merangsang aliran darah dan nutrisi ke tulang.

Durasi optimal yakni 150 menit per minggu dengan intensitas sedang. Kegiatan dilakukan sesuai kemampuan tanpa beban berlebih.

Latihan yang tepat dan konsisten memberikan manfaat besar bagi penguatan tulang, peningkatan keseimbangan, serta pencegahan risiko patah akibat osteoporosis.
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore