
ilustrasi Biar Nggak Salah Kostum: Kupas Tuntas Sistem Layering Saat Mendaki Gunung/ freepik
JawaPos.com - Pernah bingung kenapa pendaki suka pakai banyak lapisan baju? Ternyata bukan sekadar gaya, itu strategi penting yang disebut sistem layering.
Sistem layering adalah cara berpakaian berlapis-lapis untuk menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca gunung yang sering berubah drastis.
Dilansir dari laman YouTube Jaligoeshiking, teknik ini sangat krusial untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil, terutama di ketinggian.
Dengan layering, saat cuaca dingin kita bisa tambah lapisan, dan saat gerah tinggal kurangi. Prinsipnya simpel, tapi penerapannya bisa cukup kompleks tergantung situasi.
Apa Itu Sistem Layering?
Sistem layering terdiri dari tiga lapisan utama: baselayer, middle layer, dan outer layer. Masing-masing punya fungsi spesifik yang saling melengkapi.
Baselayer adalah lapisan terdalam yang menyentuh kulit langsung. Biasanya berupa kaos dan celana dalam berbahan quick-dry seperti polyester atau nylon.
Fungsinya untuk menyerap keringat dan menjaga agar tubuh tetap kering, sehingga tidak cepat kedinginan.
Middle layer atau lapisan insulasi berguna untuk mempertahankan panas tubuh. Bisa berupa jaket polar, sweater wool, hingga jaket isian down sintetis maupun alami, pilih sesuai kebutuhan dan budget.
Outer layer atau lapisan pelindung bertugas menghadang angin, hujan, atau salju. Jenisnya antara lain windbreaker, jaket waterproof, atau softshell, tiap-tiap punya keunggulan dan kelemahan sendiri.
Contoh Praktis di Lapangan
Contoh sederhana layering sudah sering kita lakukan, misalnya saat jalan-jalan ke Dieng. Siang cukup pakai kaos, sore tambah jaket, lalu jaket dilepas lagi saat masuk kendaraan biar nggak kepanasan.
Saat naik motor lalu hujan, kita otomatis pakai jas hujan agar pakaian tetap kering, itu juga bagian dari sistem layering. Tapi di gunung, sistem ini harus disesuaikan dengan cuaca ekstrem dan aktivitas pendakian yang intens.
Strategi Layering Berdasarkan Kondisi
Saat trekking aktif di cuaca cerah dan bervegetasi, cukup pakai baselayer, celana trekking, sepatu, dan topi. Kalau angin kencang di tempat terbuka, tinggal tambahkan windbreaker untuk melindungi tubuh dari terpaan udara dingin.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
