
Ilustrasi delapan cara menata pakaian agar tetap awet yang menjadi rahasia penyimpanan pakaian agar terlindungi dari kerusakan.
JawaPos.com - Baik ketika Anda ingin mengganti pakaian sesuai musim atau hanya perlu mengubah pilihan sesekali, menyimpan pakaian agar tidak terlihat adalah cara yang bagus untuk mengosongkan ruang lemari. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk menata pakaian Anda kembali.
Meskipun menyumbangkan atau memberikan beberapa barang merupakan pilihan yang baik, namun menyimpan pakaian yang tidak lagi dipakai atau yang sudah tidak lagi populer hingga kembali dipakai adalah hal yang ekonomis dan ramah lingkungan.
Lalu, bagaimana caranya? Dilansir dari Home and Gardens, inilah delapan cara menata pakaian agar tetap awet yang menjadi rahasia penyimpanan pakaian agar terlindungi dari kerusakan.
1. Evaluasi kondisi barang
Mulailah dengan mengevaluasi kondiri barang yang akan disimpan. Pakaian yang masih dalam kondisi baik dan jarang dipakai kemungkinan besar cocok untuk disimpan dalam jangka panjang. Sedangkan pakaian yang rusak, bernoda, atau menunjukkan tanda-tanda pemakaian mungkin tidak layak disimpan.
Beberapa barang yang rusak mungkin masih bisa diselamatkan, tetapi, terlepas dari itu, semua barang yang Anda simpan harus dibersihkan sebelum disimpan.
Sebelum menyimpan pakaian dalam jangka panjang pastikan pakaian tersebut bersih dan tidak perlu diperbaiki. Jika perlu diperbaiki, maka bawalah pakaian ke penjahit untuk diperbaiki.
2. Simpan atau buang?
Merapikan barang-barang bukanlah segalanya. Setelah menentukan kualitas setiap barang, Anda harus mempertimbangkan dua elemen lainnya, yaitu fungsional dan sentimental.
Periksalah pakaian yang mungkin Anda simpan dalam jangka panjang. Putuskan apakah pakaian tersebut akan dipakai lagi tahun depan atau ke acara formal di masa mendatang.
Hanya karena sepotong pakaian tidak rusak parah, Anda mungkin tidak perlu menyimpannya. Pertimbangkan apakah barang tersebut sesuai dengan gaya hidup Anda saat ini dan apakah barang tersebut kemungkinan akan dipakai lagi di masa mendatang.
Jika barang tersebut tidak lagi sesuai dengan gaya Anda atau tidak pas, mungkin lebih baik menyumbangkannya atau menitipkannya daripada menyimpannya dalam jangka panjang.
Namun, jika suatu barang memiliki nilai sentimental yang signifikan, barang tersebut mungkin layak disimpan meskipun tidak sering dipakai. Misalnya, gaun pengantin atau pusaka keluarga mungkin layak disimpan dalam jangka panjang.
3. Lokasi penyimpanan pakaian jangka panjang
Memutuskan apa yang akan disimpan sama pentingnya dengan menentukan di mana Anda akan menyimpannya. Jika Anda akan memindahkan barang-barang dari lemari aktif ke lemari penyimpanan di rumah, carilah lokasi sementara untuk menyimpan barang-barang tersebut.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
