Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Maret 2025 | 00.39 WIB

Seseorang yang Suka Berbelanja Tanpa Ragu Memikirkan Dampak Keuangan Finansial Menerapkan 5 Prinsip Berikut

Ilustrasi orang yang sedang belanja. - Image

Ilustrasi orang yang sedang belanja.

JawaPos.com – Sebagian orang yang suka berbelanja karena tujuan tertentu, diantaranya kebutuhan, keinginan hingga hobby.

Namun, beberapa orang akan sangat mudah untuk berasumsi bahwa mereka pasti sangat kaya.

Padahal dalam banyak kasus, mereka telah mengembangkan serangkaian kebiasaan keuangan khusus yang membebaskan mereka dari kekhawatiran keuangan sehari-hari.

Orang-orang seperti ini kerap kali tidak memikirkan dampak jangka panjang hingga harus memenuhi keinginan tersebut, namun sebagian memiliki cara atau prinsip tersendiri agar tetap keuangan tetap stabil.

Dilansir dari laman Geediting, berikut 5 prinsip yang ditanamkan oleh orang-orang yang suka berbelanja namun memiliki keuangan finansial yang terbilang stabil.

  1. Cermat dalam melacak pengeluaran keuangan

Terkadang orang berpikir ini membutuhkan aplikasi mewah atau jasa akuntan profesional. Namun, hal itu tidak selalu benar. Pelacakan dapat dilakukan dengan cara sederhana, seperti menyimpan tanda terima dan mencatatnya di buku catatan atau lembar kerja setiap hari.

Bila Anda terus-menerus mengawasinya, akan lebih mudah menemukan pengeluaran yang tidak penting dan mengalihkan uang itu ke penggunaan yang lebih bermanfaat.

  1. Dapat mempertahankan tujuan keuangan dengan sangat jelas

Jika Anda menetapkan target tertentu seperti melunasi hutang atau menabung untuk perjalanan besar akan lebih mudah untuk memprioritaskan pengeluaran Anda.

Jika kalian menetapkan tujuan menabung untuk bepergian selama setahun di usia akhir 50-an. Hal yang dilakukan setiap hari yakni dengan menyimpan uang receh dan menyesuaikan pengeluaran untuk memastikan perjalanan impian tetap terjalan dan tercapai.

Bahkan langkah-langkah kecil yang konsisten dapat terakumulasi menjadi sesuatu yang substansial. Jadi jika Anda merasa kewalahan, mulailah dengan tujuan yang sederhana dan nyata, lalu kembangkan dari sana.

  1. Memiliki dana darurat

Hal ini biasanya berbentuk dana darurat, sejumlah tabungan yang secara khusus disisihkan untuk pengeluaran tak terduga seperti perbaikan mobil mendadak atau tagihan medis.

Membangun dana darurat tidak dapat dilakukan dalam semalam, tetapi kontribusi yang konsisten seperti mentransfer sebagian kecil dari setiap gaji secara otomatis dapat menghasilkan perbedaan besar.

Anda mungkin mulai dengan target Rp 500 ribu atau Rp 1 juta, lalu secara bertahap tingkatkan hingga mencapai jumlah biaya hidup beberapa bulan. Hal tersebut walaupun terlihat kecil namun akan sangat berdampak pada kemudian hari.

  1. Dapat mengembangkan pola pikir yang kuat terkait uang

Seseorang seperti ini memandang uang sebagai alat untuk meningkatkan kehidupan mereka, bukan sebagai kekuatan yang mengendalikannya. Perspektif ini mendorong pendekatan proaktif untuk mendapatkan penghasilan, menabung, dan membelanjakan uang.

Orang-orang dengan pola pikir sehat tentang uang tidak akan menyalahkan diri sendiri saat mereka terpeleset; mereka berhenti sejenak, merenungkan apa yang terjadi, dan melangkah maju dengan rencana yang lebih baik.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore