
Ilustrasi pola asuh yang salah terhadap anak. (Freepik)
JawaPos.com - Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka.
Namun, tanpa disadari, beberapa kebiasaan yang dianggap sebagai bentuk kasih sayang atau kedisiplinan justru dapat berdampak negatif pada perkembangan anak di masa depan.
Psikologi perkembangan menunjukkan bahwa pola asuh yang kurang tepat dapat menyebabkan anak tumbuh dengan masalah emosional, kurang percaya diri, bahkan kesulitan mencapai kesuksesan.
Dilansir dari Geediting pada Minggu (23/2), terdapat delapan kebiasaan orang tua yang perlu dihindari agar anak dapat tumbuh menjadi individu yang bahagia dan sukses.
1. Terlalu Banyak Mengkritik Anak
Kritik yang membangun memang diperlukan untuk membantu anak belajar dari kesalahannya.
Namun, jika orang tua terlalu sering mengkritik tanpa memberikan penghargaan atas usaha anak, anak bisa kehilangan rasa percaya diri.
Psikolog Carol Dweck dalam teorinya tentang "mindset" menemukan bahwa anak-anak yang sering dikritik cenderung mengembangkan mindset tetap (fixed mindset), di mana mereka merasa tidak bisa berkembang dan takut mencoba hal baru karena takut gagal.
Solusi:
Alih-alih hanya mengkritik, berikan juga apresiasi atas usaha anak.
Gunakan pendekatan positif seperti, "Kamu sudah berusaha keras, ayo kita coba cara lain agar lebih baik lagi."
2. Terlalu Protektif (Overprotective Parenting)
Banyak orang tua yang ingin melindungi anak dari bahaya atau kesulitan, tetapi sikap terlalu protektif bisa menghambat perkembangan kemandirian anak.
Anak yang tumbuh dalam lingkungan terlalu aman dan dikendalikan oleh orang tua akan kesulitan menghadapi tantangan hidup.
Solusi:
Biarkan anak menghadapi konsekuensi alami dari tindakannya (selama tidak membahayakan) agar mereka belajar bertanggung jawab dan mandiri.
3. Tidak Memberikan Cukup Kasih Sayang dan Perhatian

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
