
Ilustrasi mie instan
JawaPos.com - Mie instan adalah makanan olahan berbentuk mie kering yang dapat disiapkan dengan cepat hanya dengan menambahkan air panas atau merebusnya selama beberapa menit.
Makanan ini pertama kali diciptakan di Jepang pada tahun 1958 dan sejak itu menjadi salah satu makanan paling populer di seluruh dunia karena harganya yang terjangkau, mudah didapat, dan praktis untuk dikonsumsi kapan saja.
Mie instan biasanya sudah dibumbui dengan paket perasa yang mengandung garam, MSG, dan berbagai bahan tambahan lainnya untuk meningkatkan rasa.
Selain itu, sebagian besar mie instan diproses dengan cara digoreng sebelum dikeringkan, yang membuatnya tahan lama dan lebih mudah dimasak.
Meskipun mie instan terasa lezat dan mudah disajikan, konsumsi yang berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Salah satu alasan utama adalah tingginya kadar natrium (garam) dalam setiap bungkus mie instan. Natrium yang berlebihan dalam tubuh dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, meningkatkan risiko penyakit jantung, serta memicu gangguan ginjal.
Selain itu, mie instan juga mengandung lemak jenuh dalam jumlah tinggi karena proses penggorengan yang digunakan saat produksinya.
Selain itu, mie instan tergolong makanan yang rendah nutrisi karena hampir tidak mengandung protein, serat, atau vitamin yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Jika sering dikonsumsi tanpa tambahan makanan lain yang lebih bergizi, ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan gizi dan meningkatkan risiko obesitas serta gangguan kesehatan lainnya.
Mie instan juga mengandung bahan pengawet dan pewarna buatan yang dalam jangka panjang dapat berpengaruh buruk pada kesehatan jika dikonsumsi secara terus-menerus.
Berapa Batas Aman Konsumsi Mie Instan?
Agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan, para ahli menyarankan untuk tidak mengonsumsi mie instan terlalu sering.
Dilansir dari laman Thai PBS World pada Kamis (20/2), batas aman yang disarankan adalah tidak lebih dari dua kali dalam seminggu, dan dalam satu hari sebaiknya tidak makan lebih dari satu bungkus mie instan.
Hal ini dikarenakan satu porsi mie instan sudah mengandung natrium dalam jumlah tinggi, sering kali melebihi 2.000 mg per hari, yang merupakan batas konsumsi garam yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
