Akhirnya, kamu merasa seperti hanya berperan sebagai pendengar dalam suatu hubungan. Dia selalu ingin kamu mendukung, memahami, dan menghiburnya, tapi saat kamu butuh hal yang sama, dia tiba-tiba menghilang.
Kalau kamu sering mengalami ini, mungkin sudah waktunya untuk menyadari pola tersebut.
Berikut 10 tanda seorang perempuan hanya peduli pada dirinya sendiri dan tidak pernah membalas perhatian yang kamu berikan, dikutip dari Small Business Bonfire, Selasa (11/2).
1) Selalu Membuat Segalanya Tentang Dirinya
Apapun yang kamu bicarakan, entah itu kabar baik, masalah pribadi, atau sekadar cerita ringan, perempuan yang egosi selalu berhasil mengarahkannya kembali ke dirinya sendiri.
Awalnya, mungkin kamu berpikir dia hanya ingin berbagi cerita. Tapi lama-lama, kamu sadar kalau setiap obrolan selalu berujung pada dirinya.
Nah, jika seseorang hanya ingin didengar tanpa pernah mendengarkan, kamu harus waspada. Itu tanda hubungan yang tidak seimbang karena tak ada timbal balik.
2) Menghilang Saat Kamu Membutuhkannya
Ketika dia butuh seseorang untuk mendengar keluh kesahnya, kamu selalu ada. Tapi begitu kamu menghadapi masalah dan butuh dukungan, dia sulit dihubungi atau bahkan mengabaikanmu.
Awalnya, mungkin kamu mencari alasan—mungkin dia sibuk, mungkin dia lupa. Tapi jika ini terus terjadi, kamu harus sadar bahwa dia hanya ada saat membutuhkan sesuatu darimu.
3) Suka Membuat Drama
Ada orang yang tidak hanya mengalami drama, tapi juga senang menciptakannya. Setiap ada masalah, dia memperbesarnya dan selalu ingin menjadi pusat perhatian.
Jika tidak ada konflik, dia akan menciptakannya. Ini bukan kebetulan, tapi cara untuk tetap jadi pusat perhatian dengan mengorbankan ketenangan orang di sekitarnya.
4) Tidak Pernah Menghargai Bantuanmu
Orang yang peduli akan menghargai bantuan sekecil apa pun. Tapi kalau dia selalu menerima tanpa pernah mengucapkan terima kasih, itu tanda keegoisan.
Kamu sudah berusaha mendukung dan membantu, tapi dia menganggap itu sesuatu yang wajar dan tidak pernah menunjukkan rasa terima kasih. Hubungan sehat seharusnya ada rasa saling menghargai, bukan hanya satu pihak yang terus memberi.
5) Hanya Menghubungi Saat Butuh Sesuatu
Pernahkah kamu sadar bahwa dia hanya menghubungimu saat membutuhkan sesuatu? Dia jarang menanyakan kabarmu, apalagi menunjukkan kepedulian, kecuali ada yang ingin dimintanya.
Hubungan yang sehat tidak hanya tentang meminta, tapi juga memberi. Jika seseorang hanya hadir saat membutuhkanmu, itu tanda bahwa dia tidak benar-benar peduli, melainkan hanya memanfaatkanmu.
6) Tidak Ikut Bahagia Saat Kamu Sukses
Orang yang benar-benar peduli akan ikut bahagia saat kamu berhasil. Apalagi perempuan yang kamu cintai dan pedulikan.
Tapi jika dia malah meremehkan, membandingkan, atau bahkan membuatmu merasa bersalah karena sukses, itu tanda bahwa dia tidak ingin melihatmu lebih baik darinya.
7) Membuatmu Merasa Bersalah Saat Menetapkan Batasan
Ketika kamu mulai mengatakan "tidak" atau mencoba menetapkan batasan dalam hubungan, dia langsung bereaksi negatif. Dia bisa saja menuduhmu berubah, tidak peduli, atau bahkan egois.
Tapi sebenarnya, yang dia inginkan adalah akses tanpa batas ke waktumu, tenagamu, dan perhatianmu. Padahal, menetapkan batasan adalah hal yang wajar dalam hubungan yang sehat.
8) Memberi Pujian yang Terdengar Aneh
Ada orang yang memuji tapi dengan cara yang membuatmu tidak nyaman, seperti:
"Wah, aku sih nggak akan pede pakai baju itu, tapi kamu lumayan cocok."
"Hebat ya kamu bisa dapat promosi, aku sih sibuk banget sampai nggak kepikiran soal karier."
Alih-alih membuatmu merasa dihargai, pujian ini justru terasa seperti sindiran atau usaha untuk tetap membuat dirinya jadi pusat perhatian.
9) Selalu Berperan Sebagai Korban
Ketika ada konflik, dia selalu berhasil memutar balik cerita dan menjadikan dirinya sebagai korban.
Mungkin dia yang awalnya bersikap kasar, tapi nanti dia akan mengatakan kamu yang terlalu sensitif.
Jika ini terus terjadi, kamu akan mulai meragukan dirimu sendiri. Tapi percayalah, ini adalah salah satu bentuk manipulasi agar dia selalu mendapatkan simpati.
10) Tidak Benar-Benar Peduli dengan Perasaanmu
Dia mungkin bertanya "Apa kabar?" tapi sebenarnya tidak benar-benar ingin tahu jawabannya. Saat kamu berbagi cerita tentang masalahmu, dia hanya merespons dengan acuh atau malah kembali membahas dirinya sendiri.
Orang yang benar-benar peduli akan mendengarkan, memahami, dan ada untukmu—bukan hanya saat nyaman untuknya, tetapi juga saat kamu membutuhkannya.
Kesimpulan: Hubungan Sehat Butuh Timbal Balik
Dalam hubungan apa pun—baik pertemanan, keluarga, atau pasangan—harus ada keseimbangan. Jika seseorang terus-menerus menuntut perhatian tanpa pernah memberi, itu akan membuat hubungan terasa melelahkan dan tidak sehat.
Jika kamu menyadari bahwa kamu selalu menjadi pemberi dan tidak pernah menerima, mungkin saatnya bertanya: Apakah orang ini benar-benar peduli padaku, atau hanya pada perhatian yang aku berikan?