Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Februari 2025 | 03.37 WIB

Guru Abai, Siswa Jadi Korban, Kenali 10 Tanda Anak Jadi Korban Bullying

Ilustrasi bullying atau perundungan./(Freepik) - Image

Ilustrasi bullying atau perundungan./(Freepik)

JawaPos.com - Saat anak sudah berada di sekolah, maka orang tua sudah melepaskan tanggung-jawab anak kepada guru. Sejatinya seorang guru harus memberikan perlindungan bagi seluruh muridnya di sekolah.

Faktanya, para guru kerap kebanyakan justru abai terhadap apa yang terjadi pada muridnya. Salah satunya ada indikasi perundungan (bullying). Banyak korban bullying dan tidak diketahui pihak sekolah.

Oleh karena itu, setiap guru-guru dan orang tua wajib untuk peka terhadap situasi yang terjadi. Dilansir Connections Academy, Minggu (9/2), berikut adalah 10 tanda jika seorang murid adalah korban bullying.

1. Perubahan suasana hati

Jika anak mengalami perubahan suasana hati dari yang awalnya bahagia menjadi murung, maka pertimbangkan dan perhatikan dengan jelas. Sebab, bisa saja itu merupakan gejala dari bullying. Hal yang sama juga berlaku jika anak anda tiba-tiba mudah emosi saat diajak berkomunikasi. Perubahan emosi yang negative apalagi, jika terjadi setelah berinteraksi dengan teman, maka itu bisa jadi merupakan pertanda anak anda adalah korban bullying.

2. Sering mengalami cedera

Para orang tua dan guru wajib untuk lebih memperhatikan kondisi fisik anak atau murid mereka. Sebab, jika seseorang mengalami luka yang terlihat dibuat-buat maka, bisa saja luka tersebut terjadi karena faktor bullying. Contoh luka tersebut adalah seperti luka goresan atau luka memar. Oleh karena itu, orang tua murid hingga guru wajib peka saat anak-anak mengeluh tentang sakit fisik tanpa alasan yang jelas.

3. Nilai akademis yang anjlok

Orang tua dan guru terkadang lebih mementingkan reputasi daripada kesehatan mental anak. Sehingga, alih-alih menanyakan faktor penyebab anak mendapatkan nilai jelek, mereka justru memarahi anak tersebut.

Padahal, nilai akademik yang anjlok bisa saja dipicu oleh anak yang menjadi korban bullying. Hal itu bisadilihat dari kebiasaan si murid dalam belajar. Jika murid yang awalnya rajin belajar, namun tiba-tiba malas untuk belajar, jangan memarahinya! Karena bisa jadi anak tersebut kehilangan semangat belajar karena jadi korban bully.

4. Nafsu makan menurun

Jika anak anda mengalami penurunan nafsu makan atau perubahan pola makan yang drastis, maka berarti anak anda sedang mengalami stress. Stress ini bisa disebabkan karena anak anda menjadi korban bullying. Oleh karena itu, penting untuk berbicara dengan lembut kepada anak dan menanyakan apa yang sedang terjadi.

5. Kehilangan barang atau membawa barang rusak

Jika si murid mengalami kehilangan barang atau membawa pulang barang yang tiba-tiba rusak, itu bisa saja siswa sedang menjadi korban bullying. Guru bisa mencurigai anak-anak lain mengambil barang murid ataupun merusaknya. Apalagi, jika anakmu biasanya rapi dan menjaga barang-barangnya dengan baik, tiba-tiba kehilangan barang atau barangnya rusak tanpa alasan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore