
Ilustrasi bullying atau perundungan./(Freepik)
JawaPos.com - Saat anak sudah berada di sekolah, maka orang tua sudah melepaskan tanggung-jawab anak kepada guru. Sejatinya seorang guru harus memberikan perlindungan bagi seluruh muridnya di sekolah.
Faktanya, para guru kerap kebanyakan justru abai terhadap apa yang terjadi pada muridnya. Salah satunya ada indikasi perundungan (bullying). Banyak korban bullying dan tidak diketahui pihak sekolah.
Oleh karena itu, setiap guru-guru dan orang tua wajib untuk peka terhadap situasi yang terjadi. Dilansir Connections Academy, Minggu (9/2), berikut adalah 10 tanda jika seorang murid adalah korban bullying.
1. Perubahan suasana hati
Jika anak mengalami perubahan suasana hati dari yang awalnya bahagia menjadi murung, maka pertimbangkan dan perhatikan dengan jelas. Sebab, bisa saja itu merupakan gejala dari bullying. Hal yang sama juga berlaku jika anak anda tiba-tiba mudah emosi saat diajak berkomunikasi. Perubahan emosi yang negative apalagi, jika terjadi setelah berinteraksi dengan teman, maka itu bisa jadi merupakan pertanda anak anda adalah korban bullying.
2. Sering mengalami cedera
Para orang tua dan guru wajib untuk lebih memperhatikan kondisi fisik anak atau murid mereka. Sebab, jika seseorang mengalami luka yang terlihat dibuat-buat maka, bisa saja luka tersebut terjadi karena faktor bullying. Contoh luka tersebut adalah seperti luka goresan atau luka memar. Oleh karena itu, orang tua murid hingga guru wajib peka saat anak-anak mengeluh tentang sakit fisik tanpa alasan yang jelas.
3. Nilai akademis yang anjlok
Orang tua dan guru terkadang lebih mementingkan reputasi daripada kesehatan mental anak. Sehingga, alih-alih menanyakan faktor penyebab anak mendapatkan nilai jelek, mereka justru memarahi anak tersebut.
Padahal, nilai akademik yang anjlok bisa saja dipicu oleh anak yang menjadi korban bullying. Hal itu bisadilihat dari kebiasaan si murid dalam belajar. Jika murid yang awalnya rajin belajar, namun tiba-tiba malas untuk belajar, jangan memarahinya! Karena bisa jadi anak tersebut kehilangan semangat belajar karena jadi korban bully.
4. Nafsu makan menurun
Jika anak anda mengalami penurunan nafsu makan atau perubahan pola makan yang drastis, maka berarti anak anda sedang mengalami stress. Stress ini bisa disebabkan karena anak anda menjadi korban bullying. Oleh karena itu, penting untuk berbicara dengan lembut kepada anak dan menanyakan apa yang sedang terjadi.
Baca Juga: Anak Jadi Pelaku Bullying? Simak 9 Langkah Bijak yang Perlu Anda Lakukan untuk Menghadapinya
5. Kehilangan barang atau membawa barang rusak
Jika si murid mengalami kehilangan barang atau membawa pulang barang yang tiba-tiba rusak, itu bisa saja siswa sedang menjadi korban bullying. Guru bisa mencurigai anak-anak lain mengambil barang murid ataupun merusaknya. Apalagi, jika anakmu biasanya rapi dan menjaga barang-barangnya dengan baik, tiba-tiba kehilangan barang atau barangnya rusak tanpa alasan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
