
Ilustrasi orang yang bekerja terlalu lama. (Freepik)
JawaPos.com – Beberapa orang mungkin memiliki semangat yang tinggi hingga mampu bekerja larut malam, dan menganggapnya sebagai produktivitas. Namun, bekerja lebih lama bukan berarti mereka akan menyelesaikan lebih banyak tugas.
Sebaliknya, mereka mungkin akan lebih banyak membuang-buang waktu pada tugas yang tidak begitu berarti. Ini karena semakin lama kita memaksakan diri tanpa istirahat, kita akan semakin kewalahan hingga menyebabkan depresi.
Dilansir dari Blog Herald, alih-alih mengerjakan tugas secara efisien atau membuat keputusan yang baik, kita justru kehabisan tenaga dan saat itulah kita akan membuat kesalahan yang fatal.
Oleh karena itu, ketahuilah tujuh alasan kenapa bekerja terlalu lama hanya akan menambah beban kita dan mengurangi produktivitas kita dalam bekerja.
1. Otak memiliki batas
Kebanyakan orang mengira mereka dapat mengatasi kelelahan dan terus bekerja, tetapi kenyataannya, otak kita tidak diciptakan untuk fokus selama berjam-jam. Penelitian menunjukkan bahwa otak kita hanya fokus beberapa saat hingga mengalami penurunan.
Ini membuat kita menjadi lebih lambat, kurang kreatif, dan lebih rentan melakukan kesalahan. Otak kita bagaikan baterai, semakin banyak tugas yang kita kerjakan tanpa istirahat, semakin cepat energinya terkuras.
Jika kita kehabisan tenaga, bahkan keputusan atau tugas sederhana pun dapat terasa membebani. Alih-alih bekerja lebih lama dan terus memaksakan diri, mengambil waktu istirahat dapat membuat kita kembali fokus dan lebih produktif.
2. Bekerja lembur bukan berarti produktif
Kebanyakan orang berpikir bahwa begadang dan bekerja lembur adalah kunci kesuksesan. Ini membuat mereka bekerja sedikit lebih lama agar bisa menyelesaikan lebih banyak tugas, sehingga mengabaikan produktivitas yang sebenarnya
Menjadi produktif bukan berarti kita bekerja lembur hingga lupa untuk istirahat, tetapi menjadi lebih efisien dalam mengerjakan tugas dan meluangkan waktu untuk beristirahat serta mengisi ulang energi.
Bekerja hingga larut malam bukan berarti kita bekerja dengan baik. Faktanya, otak kita yang lelah membuat lebih banyak kesalahan dan memperlambat pekerjaan, sehingga perlu untuk menetapkan batasan agar dapat menyelesaikan tugas dengan penuh kesadaran.
3. Jam kerja yang panjang membahayakan kesehatan
Memaksa diri kita untuk bekerja lebih lama tidak hanya mempengaruhi produktivitas kita, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan kita. Penelitian menunjukkan bahwa bekerja berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan bahkan depresi.
Tubuh kita tidak dirancang untuk beroperasi di bawah tekanan terus-menerus, dan bekerja berlebihan akan mengganggu kesehatan kita secara keseluruhan, mulai dari pola tidur hingga sistem kekebalan tubuh kita.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
