Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Februari 2025 | 00.47 WIB

Orang-orang yang Tumbuh dengan Dukungan Emosional yang Sangat Minim Cenderung Mengembangkan 7 Sifat Ini di Kemudian Hari Menurut Psikologi

Seseorang yang kurang mendapat dukungan emosional. (Freepik/jcomp) - Image

Seseorang yang kurang mendapat dukungan emosional. (Freepik/jcomp)

JawaPos.com - Masa kecil merupakan fondasi utama dalam perkembangan psikologis seseorang.

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, perhatian, dan dukungan emosional cenderung memiliki kesejahteraan mental yang lebih baik di masa dewasa.

Namun, bagi mereka yang mengalami kekurangan dukungan emosional, entah itu karena pola asuh yang dingin, diabaikan, atau lingkungan yang penuh tekanan, dampaknya bisa terbawa hingga dewasa dan membentuk kepribadian serta cara mereka berinteraksi dengan dunia.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (4/2), individu yang tumbuh tanpa dukungan emosional yang memadai cenderung mengembangkan tujuh sifat berikut:

1. Kesulitan Mengekspresikan Emosi

Anak-anak yang tidak mendapatkan dukungan emosional sering kali diajarkan, secara langsung maupun tidak langsung, bahwa perasaan mereka tidak penting atau bahkan mengganggu.

Akibatnya, ketika mereka tumbuh dewasa, mereka merasa kesulitan untuk mengidentifikasi, memahami, dan mengekspresikan emosi mereka dengan sehat.

Alih-alih mengungkapkan perasaan mereka secara terbuka, mereka mungkin memilih untuk memendamnya, menghindari konfrontasi, atau bahkan menekan emosinya hingga akhirnya meledak dalam bentuk kemarahan atau kecemasan yang tidak terkendali.

Dalam jangka panjang, hal ini bisa menyebabkan berbagai masalah psikologis seperti stres kronis, kecemasan, atau depresi.

2. Perfeksionisme Berlebihan

Orang yang tumbuh dalam lingkungan dengan minim dukungan emosional sering kali merasa bahwa mereka harus "sempurna" agar bisa diterima atau dicintai. Ini bisa berasal dari pengalaman masa kecil di mana mereka hanya mendapatkan perhatian saat mereka berhasil atau berprestasi, sementara kegagalan justru dihukum atau diabaikan.

Sebagai akibatnya, mereka mengembangkan sifat perfeksionisme yang ekstrem, di mana mereka terus-menerus merasa tidak cukup baik meskipun telah mencapai sesuatu yang besar.

Mereka mungkin merasa takut akan kegagalan dan menganggap kesalahan sebagai sesuatu yang memalukan daripada sebagai bagian dari proses belajar.

3. Sulit Mempercayai Orang Lain

Kurangnya dukungan emosional di masa kecil bisa membuat seseorang merasa tidak aman dalam hubungan sosialnya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore