Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Februari 2025 | 19.01 WIB

Tak Hanya Terobsesi Jumlah Like, Intip 7 Ciri Kepribadian Orang yang Mengejar Validasi di Media Sosial

7 Ciri Kepribadian Orang yang Mengejar Validasi di Media Sosial - Image

7 Ciri Kepribadian Orang yang Mengejar Validasi di Media Sosial

JawaPos.com - Di era digital ini, media sosial bukan sekadar tempat berbagi momen, tetapi juga ajang mencari pengakuan.

Banyak orang yang mengejar validasi dengan berbagai cara, mulai dari sekadar menunggu jumlah like hingga merasa cemas jika unggahan mereka kurang mendapat respons.

Hal ini bukan hanya soal eksistensi, tapi juga bisa mencerminkan kepribadian seseorang. Nah, kalau kamu penasaran, Geediting.com pada Minggu (2/2) berikut ini adalah tujuh ciri orang yang terus-menerus mencari validasi di media sosial.

1. Mengukur Harga Diri Berdasarkan Jumlah Like

Bagi sebagian orang, jumlah like, komentar, dan share bukan sekadar angka, tapi menjadi tolak ukur harga diri. Orang yang mengejar validasi di media sosial sering kali merasa senang jika unggahan mereka mendapat banyak perhatian.

Sebaliknya, jika engagement rendah, mereka bisa langsung merasa kurang berharga atau bahkan berpikir ada yang salah dengan diri mereka.

Ini mirip seperti roller coaster emosional: ketika postingan viral, mereka merasa sangat percaya diri, tapi saat sepi like, mereka bisa merasa tidak cukup baik. Akibatnya, media sosial bukan lagi tempat berbagi kesenangan, melainkan ajang kompetisi untuk mendapatkan pengakuan.

2. Perbandingan Sosial dengan Orang Lain

Kalau kamu pernah melihat seseorang yang selalu ingin unggahannya terlihat lebih "wah" dibandingkan orang lain, bisa jadi mereka sedang terjebak dalam perangkap perbandingan sosial.

Orang dengan perilaku seperti ini selalu membandingkan hidup mereka dengan orang lain. Mulai dari liburan yang lebih mewah, makanan yang lebih fancy, hingga pencapaian yang lebih prestisius.

Masalahnya, perbandingan ini sering kali hanya berdasarkan tampilan luar yang sudah dikurasi dengan baik. Padahal, apa yang terlihat di media sosial belum tentu mencerminkan kehidupan nyata.

Ketika seseorang terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain, kebahagiaan mereka pun ikut bergantung pada seberapa menarik hidup mereka terlihat di dunia maya.

3. Over Sharing

Kita semua punya teman yang hampir setiap jam mengunggah update, mulai dari bangun tidur, makan siang, jalan-jalan sore, sampai curhat panjang di story. Fenomena ini disebut oversharing dan bisa menjadi tanda seseorang sedang mencari validasi.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering mengunggah rutinitas harian mereka cenderung merasa lebih kesepian.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore