Ngidam Saat Hamil (Ivan Samkov /Pexels)
JawaPos.com – Ngidam ketika mengandung sangat wajar dirasakan oleh para ibu. Umumnya, fase ngidam terjadi saat memasuki trimester pertama dan kedua.
Penyebab ngidam sebenarnya belum terlalu jelas. Namun, dilansir dari Northwestern Medicine, ada teori menunjukan mengenai hormon kehamilan mampu membuat indra penciuman dan perasa meningkat.
Alhasil, timbul perasaan ngidam maupun penolakan akan suatu hal, khususnya makanan. Di sisi lain, ada pula sebuah teori menyebutkan bawah ngidam sebagai cara tubuh dalam mengimbangi kekurangan yang dibutuhkan tubuh, misalnya seseorang ngidam es krim sebenarnya sedang membutuhkan kalsium.
Walaupun ngidam adalah suatu hal yang lumrah, apakah harus dituruti?
Menurut Dr. Arnaldo Torres, MD, ketua OB/GYN di Northwestern Medicine Central DuPage Hospital, ibu hamil juga penting untuk sesekali memanjakan diri dengan menuruti ngidam. Tetapi yang perlu diingat, usahakan untuk memilih alternatif makanan yang lebih sehat.
Contohnya saja ketika menginginkan coklat, ibu hamil bisa memilih dark chocolate atau coklat hitam dengan porsi kecil. Apabila menginginkan makanan asin seperti keripik kentang, coba diganti kentang panggang yang ditaburi bumbu bebas garam seperti bubuk bawang putih.
Menuruti ngidam memang diperbolehkan, hanya saja tidak berlebihan karena akan berdampak buruk pada si calon buah hati. Northwestern Medicine menyebutkan, wanita umumnya selama trimester kedua dan ketiga hanya membutuhkan kalori tambahan sebesar 200-300.
Apabila selalu menuruti keinginan untuk makan, namun tidak memperhatikan asupan yang masuk sehingga timbul risiko bertambahnya berat badan berlebihan, ini membawa risiko yang tak main-main.
Antara lain, Dr Torres menyinggung soal peningkatan risiko operasi caesar, komplikasi persalinan, diabetes gestasional, dan hipertensi. Bukan hanya ibu hamil, bayi pun berisiko lahir dengan berat badan yang berlebih, kemudian lanjut pada obesitas saat masa anak-anak maupun dewasa.
Lantas, bagaimana cara mengurangi ngidam berlebihan saat masa kehamilan? Melansir dari laman UPMC Health Beat, berikut ada beberapa tips mencegah keinginan makan terlalu besar.
Ketika melangkah pergi kemanapun, usahakan membawa camilan sehat. Hal ini berguna untuk menekan rasa ngidam terhadap makanan kurang bergizi atau bahkan tidak sehat.
Ada kalanya rasa haus justru disalahartikan sebagai rasa lapar. Demi mencegah ngidam makanan yang tak dibutuhkan tubuh, ibu hamil perlu menjaga tubuh tetap terhidrasi
Hindari televisi atau ponsel ketika makan. Hal ini memicu tubu ingin melahap makanan atau camilan terus menerus tanpa berpikir.
Sebaliknya jika dalam kondisi sadar, makan dilakukan benar-benar untuk memuaskan lapar, bukan menenangkan emosi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
