
Ilustrasi orang tua dan anak (Kelvin Agustinus/pexels.com)
JawaPos.com - Kita semua mendambakan momen berharga bersama anak-anak yang bisa menyentuh hati dan membuat kita merasa dekat dengan mereka. Keterikatan emosional antara orang tua dan anak sangatlah penting sebab melalui hubungan yang kuat ini, pengorbanan yang dilakukan oleh orang tua menjadi lebih bermakna dan terasa sepadan.
Hubungan yang dekat juga membuat anak-anak lebih cenderung mengikuti aturan karena mereka merasa didukung dan dimengerti, meski emosi mereka kadang sulit dikendalikan. Dilansir dari peacefulparenthappykids.
1. Peroleh 12 pelukan setiap hari
Peluk anakmu di pagi dan malam hari, serta saat bertemu atau berpisah. Sentuh mereka dengan acak-acak rambut, tepuk punggung, atau gosok bahu. Tatap mata dan senyum sebagai bentuk perhatian. Apabila anak praremaja atau remajamu menolak, tetaplah santai dalam mendekati mereka.
Sediakan minuman dingin dan luangkan waktu berbincang sambil memberikan pijatan ringan pada kaki mereka. Ini merupakan cara yang efektif agar lebih memahami apa yang sedang mereka alami dalam hidup, dan akan membawa kebahagiaan bagimu jika kamu benar-benar mengutamakan momen tersebut. Menghabiskan waktu seperti ini dapat mempererat hubungan dan membantumu tetap terhubung dengan mereka.
2. Matikan gadget ketika bersama anak
Anakmu akan mengingat sepanjang hidupnya bahwa mereka merasa cukup dihargai oleh orang tuanya yang rela mematikan telepon hanya untuk mendengarkan mereka. Bahkan, tindakan sederhana seperti mematikan musik di mobil bisa menjadi cara yang sangat berarti dalam membangun kedekatan.
Ketika tidak ada kontak mata yang langsung di mobil, tekanan pun berkurang, dan ini membuat anak-anak merasa lebih nyaman membuka diri dan berbagi perasaan atau cerita mereka. Situasi ini adalah cara yang efektif dalam menunjukkan perhatian dan menciptakan ruang bagi percakapan yang lebih mendalam.
3. Luangkan waktu berdua
Cobalah menyisihkan 15 menit setiap hari untuk menghabiskan waktu bersama setiap anak secara terpisah. Selama waktu tersebut, gantilah antara melakukan apa yang diinginkan anakmu dan apa yang kamu harapkan.
Berikan perhatian penuh dan tunjukkan kasih sayang sambil mengikuti apa yang dia ingin lakukan. Kemudian, hindari mengatur waktu dengan kegiatan yang terlalu terstruktur. Sebagai gantinya, pilih aktivitas fisik atau permainan yang bisa membuat anakmu tertawa dan merasa bahagia.
4. Sambut setiap emosi
Memang sulit menghadapi anak yang sedang dilanda emosi besar, tapi penting bagi mereka mengungkapkan perasaan tersebut supaya tidak mempengaruhi perilaku mereka. Ini juga kesempatan guna membantu mereka menyembuhkan kekecewaan yang akan mendekatkanmu. Tetaplah tenang, jangan biarkan kemarahan anak mempengaruhimu, dan terimalah air mata serta ketakutan yang tersembunyi di baliknya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
