Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Januari 2025 | 05.39 WIB

Orang yang Terlalu Sering Dikritik saat Kecil Biasanya Mengembangkan 7 Sifat Ini di Kemudian Hari, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang terlalu sering dikritik saat kecil. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang terlalu sering dikritik saat kecil. (Freepik)

JawaPos.com - Masa kecil yang dipenuhi kritik dapat memberikan dampak jangka panjang pada kepribadian dan perilaku seseorang. Jika kamu pernah mengalami hal ini, kemungkinan besar ada beberapa sifat yang berkembang sebagai respons terhadap pola asuh tersebut.

Memahami sifat-sifat ini bisa menjadi langkah penting dalam mengenali diri sendiri. Ini juga bisa memberikan wawasan mengapa seseorang bertindak atau merasakan sesuatu dengan cara tertentu.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (25/1), berikut adalah tujuh sifat yang kerap muncul pada orang-orang yang tumbuh dalam lingkungan penuh kritik. Mengenali dan memahami sifat-sifat ini bisa menjadi awal dari perjalanan menuju perbaikan diri dan penyembuhan.

Namun, perlu diingat bahwa sifat-sifat ini bukan sesuatu yang mutlak. Mereka hanyalah hasil dari pengalaman masa lalu yang masih bisa diubah dengan kesadaran dan usaha.

1. Terlalu Kritis terhadap Diri Sendiri

Orang yang sering dikritik saat kecil cenderung menjadi sangat kritis terhadap dirinya sendiri. Mereka terbiasa berusaha memenuhi standar tinggi yang ditetapkan bagi mereka sejak dini. Rasa takut membuat kesalahan menjadi berlebihan, sehingga mereka lebih rentan mengalami kecemasan dan perfeksionisme.

Kritik terhadap diri sendiri ini bukan hanya terbatas pada tindakan, tetapi juga mencakup cara mereka berbicara kepada diri sendiri, sering kali dengan kalimat seperti "Aku tidak cukup baik" atau "Seharusnya aku bisa lebih baik lagi."

2. Sensitif terhadap Kritik

Mereka yang tumbuh dengan banyak kritik cenderung sangat sensitif terhadap penilaian orang lain. Mereka bisa merasa kritik sebagai serangan terhadap harga diri mereka, bukan sebagai masukan yang membangun. Bahkan kritik yang bersifat ringan bisa memicu reaksi emosional yang intens, seperti marah, sedih, atau cemas.

Sensitivitas ini juga bisa membuat mereka menghindari situasi di mana mereka mungkin dikritik. Hal ini bisa menghambat pertumbuhan pribadi dan karier mereka, karena kritik sering kali menjadi bagian dari proses pembelajaran.

3. Sulit Memercayai Orang Lain

Pengalaman dikritik secara berlebihan saat kecil juga bisa menyebabkan masalah kepercayaan terhadap orang lain. Mereka sering kali merasa sulit untuk mempercayai ketulusan orang lain, cenderung mencurigai motif tersembunyi, atau bahkan takut akan pengkhianatan.

Sulitnya memercayai orang lain ini bisa berdampak pada hubungan pribadi dan sosial, menciptakan jarak emosional dengan orang-orang di sekitar mereka.

4. Cenderung Menyenangkan Orang Lain

Salah satu respons terhadap kritik berlebihan adalah berusaha keras untuk menyenangkan orang lain. Mereka ingin menghindari kritik dan mencari validasi dari orang-orang di sekitar mereka.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore