
Ilustrasi seseorang yang terlalu sering dikritik saat kecil. (Freepik)
JawaPos.com - Masa kecil yang dipenuhi kritik dapat memberikan dampak jangka panjang pada kepribadian dan perilaku seseorang. Jika kamu pernah mengalami hal ini, kemungkinan besar ada beberapa sifat yang berkembang sebagai respons terhadap pola asuh tersebut.
Memahami sifat-sifat ini bisa menjadi langkah penting dalam mengenali diri sendiri. Ini juga bisa memberikan wawasan mengapa seseorang bertindak atau merasakan sesuatu dengan cara tertentu.
Dilansir dari Geediting pada Sabtu (25/1), berikut adalah tujuh sifat yang kerap muncul pada orang-orang yang tumbuh dalam lingkungan penuh kritik. Mengenali dan memahami sifat-sifat ini bisa menjadi awal dari perjalanan menuju perbaikan diri dan penyembuhan.
Namun, perlu diingat bahwa sifat-sifat ini bukan sesuatu yang mutlak. Mereka hanyalah hasil dari pengalaman masa lalu yang masih bisa diubah dengan kesadaran dan usaha.
1. Terlalu Kritis terhadap Diri Sendiri
Orang yang sering dikritik saat kecil cenderung menjadi sangat kritis terhadap dirinya sendiri. Mereka terbiasa berusaha memenuhi standar tinggi yang ditetapkan bagi mereka sejak dini. Rasa takut membuat kesalahan menjadi berlebihan, sehingga mereka lebih rentan mengalami kecemasan dan perfeksionisme.
Kritik terhadap diri sendiri ini bukan hanya terbatas pada tindakan, tetapi juga mencakup cara mereka berbicara kepada diri sendiri, sering kali dengan kalimat seperti "Aku tidak cukup baik" atau "Seharusnya aku bisa lebih baik lagi."
2. Sensitif terhadap Kritik
Mereka yang tumbuh dengan banyak kritik cenderung sangat sensitif terhadap penilaian orang lain. Mereka bisa merasa kritik sebagai serangan terhadap harga diri mereka, bukan sebagai masukan yang membangun. Bahkan kritik yang bersifat ringan bisa memicu reaksi emosional yang intens, seperti marah, sedih, atau cemas.
Sensitivitas ini juga bisa membuat mereka menghindari situasi di mana mereka mungkin dikritik. Hal ini bisa menghambat pertumbuhan pribadi dan karier mereka, karena kritik sering kali menjadi bagian dari proses pembelajaran.
3. Sulit Memercayai Orang Lain
Pengalaman dikritik secara berlebihan saat kecil juga bisa menyebabkan masalah kepercayaan terhadap orang lain. Mereka sering kali merasa sulit untuk mempercayai ketulusan orang lain, cenderung mencurigai motif tersembunyi, atau bahkan takut akan pengkhianatan.
Sulitnya memercayai orang lain ini bisa berdampak pada hubungan pribadi dan sosial, menciptakan jarak emosional dengan orang-orang di sekitar mereka.
4. Cenderung Menyenangkan Orang Lain
Salah satu respons terhadap kritik berlebihan adalah berusaha keras untuk menyenangkan orang lain. Mereka ingin menghindari kritik dan mencari validasi dari orang-orang di sekitar mereka.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
