Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Januari 2025 | 23.30 WIB

Orang yang Terlalu Oversharing tentang Kehidupan Pribadinya di Media Sosial Biasanya Memiliki 7 Sifat Unik Ini

Ilustrasi terlalu oversharing di media sosial menampilkan sifat unik ini. (Freepik) - Image

Ilustrasi terlalu oversharing di media sosial menampilkan sifat unik ini. (Freepik)

JawaPos.com - Kita semua pasti mengenal seseorang yang terlalu sering membagikan kehidupan pribadinya di media sosial.

Mulai dari drama pribadi hingga detail hubungan yang seharusnya intim, akun media sosial mereka lebih menyerupai buku harian publik dibandingkan tempat berbagi informasi santai.

Meskipun oversharing tampak sepele atau bahkan menghibur, kebiasaan ini sering mencerminkan sifat kepribadian dan kecenderungan emosional yang lebih dalam.

 Lalu, mengapa ada orang yang merasa perlu membagikan seluruh aspek kehidupannya?

Ternyata, ini bukan sekadar soal mencari perhatian, tetapi ada pola tertentu yang menjadi alasan di balik perilaku tersebut.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (22/1), berikut tujuh sifat unik yang biasanya dimiliki oleh orang yang terlalu oversharing tentang kehidupan pribadinya di media sosial.

1. Kebutuhan besar akan validasi dan pengakuan dari orang lain

Bagi sebagian orang, like, komentar, atau share bukan sekadar interaksi—itu adalah bentuk validasi. 

Mereka membagikan pembaruan pribadi bukan hanya untuk berbagi, tetapi juga untuk melihat bagaimana orang lain merespons mereka. Semakin banyak respons yang mereka terima, semakin mereka merasa dihargai.

Jika unggahan mereka tidak mendapat perhatian yang cukup, mereka mungkin akan menghapusnya dan menggantinya dengan sesuatu yang lebih dramatis. Kebutuhan ini sering berasal dari rasa tidak percaya diri.

Mereka membutuhkan orang lain untuk meyakinkan bahwa mereka dicintai, penting, atau telah membuat keputusan yang benar.

Namun, validasi dari luar sifatnya sementara. Tak peduli seberapa banyak dukungan yang mereka dapatkan, mereka akan terus mengejar pengakuan berikutnya tanpa sadar.

2. Kesulitan menetapkan batasan antara kehidupan pribadi dan publik

Orang yang oversharing sering kali tidak memiliki batasan yang jelas antara apa yang seharusnya hanya untuk teman dekat dan apa yang bisa dibagikan ke publik. Hidup mereka menjadi buku terbuka—kadang terlalu terbuka.

Mereka tidak ragu membagikan masalah hubungan, drama keluarga, atau bahkan krisis pribadi kepada orang-orang yang hampir tidak mereka kenal. Kurangnya batasan ini dapat menimbulkan masalah di kemudian hari. 

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore