Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Januari 2025 | 16.30 WIB

Perselingkuhan dalam Keluarga, Dampak Psikologis Anak dan Luka Batin yang Sering Sulit Dihilangkan

Ilustrasi anak yang sedang murung. (freepik/rawpixel.com) - Image

Ilustrasi anak yang sedang murung. (freepik/rawpixel.com)

JawaPos.com - Perselingkuhan merupadarikan suatu masalah besar dalam suatu hubungan rumah tangga. Tidak sedikit anak anak yang terlibat dalam permasalahan rumah tangga orang tuanya, terutama yang terkait dengan perselingkuhan. Perkiraan jumlahnya adalah sebanyak 25-70 persen kasus. Bagi orangtua yang pandai menyembunyikan masalah mereka, hal tersebut tidak akan berdampak apapun pada anak, sampai kasus mereka terkuak, dan perceraian pun terjadi,

Dampak perselingkuhan bagi psikologis anak termasuk syok, kemarahan, kegelisahan, dan rasa malu terhadap lingkungan, seperti rumah atau sekolah. Anak bisa merasa tidak lengkap karena orangtua berpisah. Mereka mungkin kesulitan membangun kepercayaan dan cinta di masa depan serta sulit percaya pada orang lain.

Mengetahui perselingkuhan dapat memberikan beban mental dan rasa bersalah, yang dapat menyebabkan depresi dan kecemasan. Anak bisa menyepelekan pernikahan dan tidak memahami arti mencintai serta kesetiaan.

Selingkuh bisa berdampak buruk bagi orang-orang di sekitar, terutama anak-anak, yang dapat merasa stres dan kehilangan rasa aman. Penting untuk tidak mengabaikan dampak ini pada anak.

Dilansir dari laman Alodokter.com, berikut adalah dampak yang mungkin terjadi pada anak saat mengetahui orang tuanya selingkuh antara lain:

1. Merasa marah, bingung, kecewa

Anak remaja yang menyadari perselingkuhan merasa marah, bingung, dan kecewa karena merasa ditinggalkan dan dikhianati oleh orang yang dicintainya. Ketika orang tua menceritakan keburukan pasangan yang berselingkuh, anak bisa menyerap emosi negatif dan mulai tidak percaya kepada orang tua yang berselingkuh.

2. Menarik diri dari lingkungan

Perselingkuhan membuat anak merasa malu, cemas, dan tidak berharga, sehingga mereka bisa menarik diri dari lingkungan sosialnya. Anak yang dulunya ceria jadi enggan bergaul karena merasa perselingkuhan orang tuanya adalah aib.

3. Sulit percaya kepada orang tua yang berselingkuh

Anak yang tahu orang tua berselingkuh sulit untuk mempercayai orang tua dan mungkin tidak lagi merasa nyaman berbagi perasaan mereka seperti sebelumnya.

4. Merasa cemas akan perpisahan

Perselingkuhan dapat menyebabkan kecemasan pada anak, baik remaja maupun yang lebih kecil, tentang kemungkinan perpisahan, yang bisa muncul dalam bentuk tangisan atau sikap lebih manja.

5. Merasa kesulitan di sekolah

Perselingkuhan menyebabkan anak stres dan mengganggu konsentrasinya di sekolah, mengakibatkan penurunan prestasi.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore