
Ilustrasi: Zodiak Ketika Menjadi Korban Ghosting dari Pasangannya. (Pexels.com)
JawaPos.com - Ghosting atau menghilang tanpa jejak, adalah sesuatu yang semakin sering terjadi dalam sebuah hubungan. Kondisi ini bisa sangat membingungkan karena tidak ada penjelasan atau klarifikasi mengapa seseorang tiba-tiba berhenti berkomunikasi.
Terkadang, alasan di balik ghosting dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor pribadi atau emosional yang mungkin tidak segera terlihat oleh pihak yang di-ghosting. Meskipun terkadang kita merasa terabaikan atau bahkan tidak dihargai, penting untuk memahami bahwa ada berbagai alasan mengapa seseorang memilih untuk menghilang tanpa kata.
Dalam sebuah hubungan ghosting bisa berkaitan dengan ketakutan terhadap komitmen atau bahkan masalah pribadi yang belum selesai. Untuk mengulasnya lebih lanjut, berikut ini 7 alasan dibalik orang yang suka ghosting, dirangkum dari laman Psychology Today, Selasa (21/1).
1. Kenyamanan
Salah satu alasan utama ghosting adalah kenyamanan. Menyudahi hubungan dengan cara meng- ghosting dianggap lebih praktis karena tidak menghadirkan konfrontasi langsung. Dalam dunia yang serba cepat, ghosting menjadi pilihan yang mudah dibandingkan dengan memulai percakapan.
2. Kurangnya Keterampilan Komunikasi
Sebagian orang merasa tidak memiliki kemampuan untuk mengungkapkan perasaan mereka secara jujur. Menurut studi Thomas dan Dubar (2021) menunjukkan bahwa banyak pelaku ghosting menghindari komunikasi langsung karena merasa tidak percaya diri dalam menghadapi diskusi yang sifatnya emosional.
3. Tidak Ada Solusi Lain
Ada kalanya pelaku ghosting merasa sudah mencoba berbagai cara untuk mengakhiri hubungan, namun tidak berhasil. Menurut penelitian Timmermans (2021), ghosting dilakukan ketika pihak lain tidak menerima alasan penolakan mereka, sehingga ghosting dianggap sebagai jalan terakhir.
4. Perilaku Tidak Menyenangkan dari Pihak Lain
Ghosting juga sering dikaitkan dengan perilaku yang tidak diinginkan dari pihak yang di-ghosting, seperti sikap agresif atau tidak menghormati. Dalam beberapa kasus, pelaku ghosting merasa perlu melindungi diri mereka dari potensi ancaman, termasuk verbal abuse atau stalking.
5. Hubungan yang Singkat dan Tidak Intens
Ketika sebuah hubungan masih berada di tahap awal atau belum memiliki kedalaman emosional, ghosting sering dianggap sebagai tindakan yang wajar. Pelaku ghosting merasa tidak ada kewajiban untuk memberikan penjelasan lebih lanjut karena minimnya investasi waktu dan emosi.
6. Melindungi Perasaan Orang Lain
Meskipun terdengar kontradiktif, beberapa orang melakukan ghosting karena mereka tidak ingin menyakiti perasaan pihak lain. Menurut studi Thomas dan Dubar (2021) pelaku ghosting terkadang berpikir bahwa menghilang lebih baik daripada menyampaikan penolakan secara langsung.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
