Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Januari 2025 | 12.51 WIB

Jika Kamu Ingin Disukai Banyak Orang Ketika Berada dalam Situasi Sosial, Hindari Menggunakan 7 Frasa Ini

Ilustrasi seorang yang terbiasa menggunakan frasa elegan dalam interaksi sosial yang membuatnya begitu dihormati dan disegani.

JawaPos.com - Menjadi pribadi yang disukai banyak orang itu terasa menyenangkan, kita lebih mudah akrab, dihargai, serta merasa senang karena direspon dengan baik. 

Terlebih saat berada dalam situasi sosial, tindakan dan perkataan akan memengaruhi tanggapan mereka terhadap kita. Oleh karena itu perlu dijaga dan diketahui hal apa saja yang pantas digunakan. 

Dilansir dari laman Personal Branding pada Rabu (15/01) jika kamu ingin menjadi disukai banyak orang ketika berada dalam situasi sosial, sebaiknya hindari 7 frasa ini : 

1. ”Ya…aku tahu”

Ungkapan ini tampaknya tidak bersalah, tapi sebenarnya bisa menjadi ranjau darat dalam situasi sosial. Itu sering digunakan sebagai perjanjian yang antusias, untuk menunjukkan solidaritas dengan pembicara.

Alih-alih "Ya…aku tahu?", coba frasa seperti "Itu poin yang bagus" atau "Aku tidak memikirkannya seperti itu". Alternatif-alternatif ini menunjukkan bahwa kamu menghargai pemikiran dan pendapat pembicara, sehingga kamu lebih disukai mereka.

2. "Sebenarnya,..."

Kata "sebenarnya" sering digunakan untuk mengoreksi seseorang atau untuk berbagi pendapat yang berbeda. Meskipun mungkin tampak seperti kata yang tidak berbahaya, itu dapat menciptakan susunan yang tidak diinginkan dalam percakapan. 

Frasa itu secara halus menyiratkan bahwa kamu mengetahui cara lebih baik daripada lawan bicara, inilah faktornya mereka tidak tertarik dan tidak menyukaimu sebagai individu. 

3. ”Hanya mengatakan…”

Ungkapan ini sering digunakan sebagai penafian setelah membuat pernyataan yang berpotensi menyinggung atau kontroversial. 

Hampir seolah-olah dengan mengatakan "hanya mengatakan...", kita berharap untuk membebaskan diri dari reaksi negatif apa pun.

Jika kita mengatakan sesuatu yang membuat seseorang kesal dengan menambahkan "hanya mengatakan..." tidak menghilangkan sengatannya. Bahkan, sering dikira bahwa kamu telah meremehkannya. 

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore