Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Januari 2025 | 05.23 WIB

7 Fakta Tentang Sejarah Imlek di Indonesia, dari Dilarang Jadi Libur Nasional 

Ilustrasi Imlek (freepik).

JawaPos.com - Setiap tahunnya Imlek selalu dinantikan, terutama oleh etinis Tionghoa. Pada tahun 2025 ini, Imlek akan jatuh pada Rabu, 29 Januari 2025. Di Indonesia sendiri peryaan tahun baru Cina di berbagai daerah selalu menarik perhatian, bahkan untuk orang-orang yang tidak merayakannya. 

Tetapi tahukah Anda, dibalik perayaan Imlek yang bisa kita lihat dan pelajari saat ini dengan mudah, ada cerita panjang yang penuh perjuangan loh. Website resmi Indonesia.go.id merilis sejarah lengkap dibalik perayan Imlek di tanah air. Berikut 7 fakta menarik tentang sejarah imlek di Indonesia:

  1. Diaspora Etinis Tionghoa, Membuat Budaya Tiongkok Hadir di Indonesia: Etnis Tionghoa telah memainkan peran penting dalam sejarah dan kebudayaan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, seiring dengan diaspora mereka selama berabad-abad ke berbagai penjuru negara di dunia.  

Dan karena etnis Tionghoa memiliki karakter yang setia dan yang kukuh pada tradisi dan budaya nenek moyangnya di mana pun berada,  maka tersebarlah budaya etnis ini ke tempat dimana mereka tinggal. 

Sedikit mengenai masuknya Etnis Tiongkok di Indonesia, menurut jurnal yang diterbitkan oleh Berkala Arkeologi, Kemendikbud, para imigran Tiongkok sendiri mulai tersebar di Indonesia pada abad ke-16 dan pertengahan abad ke-19. Mereka kebanyakan datang dari suku Hokkien dan suku Teo-Chiu.  

Bila kita telusuri sejarah perkembangan Tiongkok di bidang perekonomian, bangsa mereka telah menjalin hubungan dengan bangsa-bangsa di Asia Tenggara, termasuk Indonesia sejak jaman Dinasti Han berkuasa di Cina (206 SM - 22 I M).

  1. Asal Usul dan Nama Imlek: 

Jika Anda berpikir bahwa istilah Imlek juga digunakan di negara asalnya, maka Anda perlu mengetahui ini. Di daerah asalnya, Imlek dikenal sebagai ‘Nongli Xinnian’ yang berarti tahun baru, sementara kata Imlek sendiri biasanya digunakan oleh etnis Tionghoa yang berada di luar daratan Cina. Imlek juga disebut ‘chunjie’, yang artinya ‘Festival Musim Semi’, istilah ini berasal dari dialek Hokkian, yang berarti 'kalender bulan', 

Istilah Imlek berasal dari dialek Hokkian, Im = bulan, Lek = penanggalan, yang artinya ‘kalender bulan’. Momen saat malam menjelang tahun baru dikenal dengan nama ‘Chuxi’, yang berarti ‘malam pergantian tahun’. 

  1. Sejarah Awal Peraayaan Imlek di Indonesia : 

Sebenarnya, secara historis sulit dipastikan sejak kapan perayaan Imlek telah dilakukan di Indonesia, namun melihat migrasi orang-orang Tionghoa ke Nusantara sejak permulaan Masehi, bisa diblang sejak itulah perayaan Imlek telah dilakukan. Mengingat karakter  etnis Tionghoa yang getol menjaga tradisi nenek moyang mereka.

  1. Perayaan Imlek Dilarang, saat masa Penjajahan Belanda:

Dalam perkembangannya di Indonesia, kehadiran perayaan Imlek di tengah-tenagh masyarakat, melalui pasang surut. Ketika Indonesia masih dijajah kolonialisme Belanda, Imlek pernah dilarang, karena pemerintah Belanda khawatir jika perayaan Imlek yang meriah dapat menyebabkan kerusuhan antaretnis. Di zaman penjajahan Jepang, Imlek boleh dirayakan dan bahkan dinyatakan sebagai hari libur nasional.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore