Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Januari 2025 | 05.46 WIB

Deretan Penyebab di Balik Tidak Suka Keramaian, Bisa Jadi Trauma Waktu Kecil

Sifat yang terbentuk sebagai respons terhadap trauma/Freepik - Image

Sifat yang terbentuk sebagai respons terhadap trauma/Freepik

JawaPos.com - Keramaian yang seharusnya menyenangkan, justru terasa melelahkan. Bagi sebagian orang, keramaian bisa menjadi sumber stres hingga sulit untuk bisa lebih berbaur dengan keadaan.

Meski begitu, ada beberapa alasan mengapa kita tidak suka keramaian. Dengan memahami penyebabnya bisa membantu Anda mengatasi perasaan tidak nyaman tersebut.

Berikut ini penyebab seseorang tidak menyukai keramaian, dilansir dari laman Healthline, Selasa (14/1).

Ketakutan terhadap keramaian atau enochlophobia, merupakan sesuatu yang berhubungan erat dengan agorafobia (ketakutan terhadap tempat atau situasi tertentu) dan ochlophobia (ketakutan terhadap kerumunan besar).

Enochlophobia lebih berfokus pada persepsi akan bahaya yang bisa muncul dari keramaian yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketakutan tersesat, terjebak, atau terluka di tengah kerumunan.

Ketakutan berlebihan ini termasuk dalam kategori fobia, yaitu ketakutan irasional yang dapat menimbulkan kecemasan yang berat. Data dari National Institute of Mental Health menunjukkan bahwa sekitar 12,5% orang Amerika akan mengalami fobia dalam hidup mereka.

Dampak pada Kehidupan Sehari-hari

Fobia seperti enochlophobia dapat menyebabkan kecemasan yang luar biasa, bahkan terhadap hal-hal yang tidak mungkin terjadi. Meskipun kita sadar bahwa ketakutan terhadap keramaian mungkin tidak rasional, rasa cemas yang ditimbulkannya tetap sangat nyata. J

Bila Anda menderita enochlophobia, Anda mungkin merasa cemas saat berada di keramaian, tidak hanya dalam acara besar seperti festival, pertandingan olahraga, atau taman hiburan, tetapi juga dalam situasi sehari-hari seperti, di dalam transportasi umum, bioskop, supermarket hingga taman terbuka.

Penyebab Ketakutan di Keramaian

Meskipun penyebab pasti ketidaksukaan itu belum diketahui, hal ini bisa saja bersifat turun-temurun. Jika orang tua Anda takut terhadap keramaian, kemungkinan Anda bisa mengembangkan ketakutan yang sama. Pengalaman buruk di masa lalu, seperti cedera atau tersesat di kerumunan, juga bisa menjadi pemicu.

Ketakutan terhadap keramaian berbeda dengan sekadar ketidaksukaan terhadap kerumunan. Ketakutan tersebut dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari, di mana seseorang cenderung menghindari keramaian dengan mengubah rutinitas atau kebiasaan.

Cara Mengatasi Ketakutan di Keramaian

Walaupun menghindari keramaian bisa membantu mengurangi gejala, cara ini tidak selalu efektif dalam jangka panjang dan bisa memperburuk fobia. Beberapa cara yang bisa membantu Anda mengelola enochlophobia antara lain dengan memfokuskan perhatian pada saat ini untuk mengurangi kecemasan yang timbul dari skenario "seandainya".

Jika ketakutan Anda terhadap keramaian mengganggu kehidupan sehari-hari, saatnya untuk berbicara dengan dokter atau seorang terapis. Agar membantu Anda mengatasi ketakutan ini dan menjalani hidup dengan lebih tenang.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore