
Ilustrasi anak perempuan memakai anting (freepik/rawpixel.com).
JawaPos.com- Setelah anak perempuan lahir, sebagian orang tua akan memasangkan sejumlah aksesoris kepada anaknya, salah satunya adalah anting. Hal ini dilakukan untuk identifikasi jenis kelamin sang anak.
Namun sebenarnya tidak ada kewajiban yang mengharuskan bayi perempuan untuk ditindik telinga. Hal tersebut biasanya untuk tujuan tertentu. Dikutip dari Johns Hopkins Medicine, tindik telinga pada bayi perempuan sering dilakukan karena alasan budaya dan sejenisnya.
Mengutip Healthline, beberapa dokter menyarankan untuk menunggu sampai si Kecil berumur 4 bulan. Sebab, di usia itu, bayi sudah bisa menerima dua suntikan tetanus (vaksinasi pertama).
Namun, American Academy of Pediatrics (AAP) tidak memiliki standar tertentu. Penindikan aman dilakukan pada usia berapapun, asalkan menggunakan teknik, prosedur, dan alat yang steril. Orangtua juga harus konsisten dengan perawatan hingga kondisi telinga yang ditindik pulih.
Dilansir dari laman alodokter.com, berikut beberapa hal yang wajib diperhatikan sebelum menindik telinga bayi perempuan, antara lain:
Usia bayi untuk tindik telinga sebaiknya minimal 2 bulan, meski bisa dilakukan sejak 1 bulan. Tindakan ini harus di tempat bersih agar penyembuhan cepat.
Tindik telinga sebaiknya dilakukan oleh dokter menggunakan alat steril hipoalergenik khusus bayi. Hindari tindik di toko perhiasan karena alat tidak steril dan pelakunya mungkin kurang pengalaman.
Gunakan jarum tindik dari emas, perak, platinum, titanium, atau stainless steel untuk mengurangi risiko infeksi dan alergi. Hindari logam yang mengandung nikel dan kobalt.
Pilih anting berbentuk bulat, kecil, dan datar. Hindari anting menjuntai agar bayi tidak terluka atau tersedak.
Tanya dokter tentang anestesi agar bayi tidak merasakan sakit saat tindik.
Tunggu vaksin tetanus (DPT) sebelum menindik telinga untuk pencegahan infeksi.
Dan jika orang tua memilih untuk menindik anak perempuannya, diharapkan untuk setelah proses penindikan melakukan hal-hal berikut yang dilansir dari laman gooddoctor.co.ic, yakni Sebagian orangtua yang memilih untuk menindik telinga bayi secara mandiri disarankan demi keamanan, sebaiknya urusan ini diserahkan ke ahlinya melalui prosedur medis.
tak hanya itu penindik harus menggunakan jarum steril. Pilih jenis anting yang tepat untuk mengurangi risiko infeksi. Hindari anting menjuntai dan lakukan perawatan setelah prosedur untuk mengurangi infeksi, seperti oleskan krim antibiotik dua kali sehari dan putar anting dua kali sehari. Jangan mengganti anting pada 4 hingga 6 minggu pertama dan cuci tangan sebelum menyentuh tindikan telinga.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
