Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Januari 2025 | 22.26 WIB

Anda Ragu Menindik Bayi Perempuan? Berikut Fakta dan Penjelasan Plus Minus Tindik Telinga

Ilustrasi anak perempuan memakai anting (freepik/rawpixel.com). - Image

Ilustrasi anak perempuan memakai anting (freepik/rawpixel.com).

JawaPos.com- Setelah anak perempuan lahir, sebagian orang tua akan memasangkan sejumlah aksesoris kepada anaknya, salah satunya adalah anting. Hal ini dilakukan untuk identifikasi jenis kelamin sang anak.

Namun sebenarnya tidak ada kewajiban yang mengharuskan bayi perempuan untuk ditindik telinga. Hal tersebut biasanya untuk tujuan tertentu. Dikutip dari Johns Hopkins Medicine, tindik telinga pada bayi perempuan sering dilakukan karena alasan budaya dan sejenisnya.

Mengutip Healthline, beberapa dokter menyarankan untuk menunggu sampai si Kecil berumur 4 bulan. Sebab, di usia itu, bayi sudah bisa menerima dua suntikan tetanus (vaksinasi pertama).

Namun, American Academy of Pediatrics (AAP) tidak memiliki standar tertentu. Penindikan aman dilakukan pada usia berapapun, asalkan menggunakan teknik, prosedur, dan alat yang steril. Orangtua juga harus konsisten dengan perawatan hingga kondisi telinga yang ditindik pulih.

Dilansir dari laman alodokter.com, berikut beberapa hal yang wajib diperhatikan sebelum menindik telinga bayi perempuan, antara lain:

  1. Usia bayi

Usia bayi untuk tindik telinga sebaiknya minimal 2 bulan, meski bisa dilakukan sejak 1 bulan. Tindakan ini harus di tempat bersih agar penyembuhan cepat.

  1. Tindikan dilakukan oleh profesional

Tindik telinga sebaiknya dilakukan oleh dokter menggunakan alat steril hipoalergenik khusus bayi. Hindari tindik di toko perhiasan karena alat tidak steril dan pelakunya mungkin kurang pengalaman.

  1. Jarum tindik

Gunakan jarum tindik dari emas, perak, platinum, titanium, atau stainless steel untuk mengurangi risiko infeksi dan alergi. Hindari logam yang mengandung nikel dan kobalt.

  1. Bentuk anting

Pilih anting berbentuk bulat, kecil, dan datar. Hindari anting menjuntai agar bayi tidak terluka atau tersedak.

  1. Anestesi

Tanya dokter tentang anestesi agar bayi tidak merasakan sakit saat tindik.

  1. Vaksinasi tetanus

Tunggu vaksin tetanus (DPT) sebelum menindik telinga untuk pencegahan infeksi.

Dan jika orang tua memilih untuk menindik anak perempuannya, diharapkan untuk setelah proses penindikan melakukan hal-hal berikut yang dilansir dari laman gooddoctor.co.ic, yakni Sebagian orangtua yang memilih untuk menindik telinga bayi secara mandiri disarankan demi keamanan, sebaiknya urusan ini diserahkan ke ahlinya melalui prosedur medis.

tak hanya itu penindik harus menggunakan jarum steril. Pilih jenis anting yang tepat untuk mengurangi risiko infeksi. Hindari anting menjuntai dan lakukan perawatan setelah prosedur untuk mengurangi infeksi, seperti oleskan krim antibiotik dua kali sehari dan putar anting dua kali sehari. Jangan mengganti anting pada 4 hingga 6 minggu pertama dan cuci tangan sebelum menyentuh tindikan telinga.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore