
Ilustrasi orang yang selalu tampil kaya raya di media sosial tapi sebenarnya tidak di dunia nyata
JawaPos.com - Media sosial sering kali menjadi ajang bagi banyak orang untuk menampilkan sisi terbaik dari kehidupan mereka, bahkan tak jarang yang memilih untuk memamerkan kemewahan yang seolah-olah mereka miliki.
Namun, tidak sedikit dari mereka yang ternyata hanya tampil kaya di dunia maya, sementara kenyataan di dunia nyata jauh berbeda.
Menurut psikologi, perilaku ini mencerminkan adanya ketidakcocokan antara apa yang mereka tunjukkan di media sosial dan kenyataan hidup mereka yang sebenarnya.
Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa ciri yang biasa ditemukan pada orang-orang yang cenderung berusaha tampil kaya raya di media sosial, namun sebenarnya tidak memiliki kondisi yang sesuai dengan citra tersebut.
Dilansir dari laman Small Business Bonfire pada Minggu (12/1), berikut merupakan 7 ciri orang yang selalu tampil kaya raya di media sosial tapi sebenarnya tidak di dunia nyata, menurut psikologi.
1. Jarang membicarakan pekerjaan atau karier mereka
Orang yang berpura-pura kaya di media sosial jarang sekali berbicara tentang pekerjaan atau karier mereka.
Meskipun mereka memamerkan gaya hidup yang tampaknya hanya bisa dinikmati oleh orang-orang dengan penghasilan tinggi, mereka cenderung menghindari membicarakan apa yang mereka lakukan untuk mencari nafkah.
Mereka juga jarang membahas pencapaian profesional mereka atau bagaimana mereka mendapatkan uang untuk mendanai gaya hidup mereka yang mewah.
Hal ini bisa menunjukkan bahwa pekerjaan atau penghasilan mereka bisa saja tidak sesuai dengan gaya hidup yang mereka tampilkan.
Menghindari topik pekerjaan atau karier juga bisa menjadi cara untuk menyembunyikan kenyataan bahwa mereka mungkin tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk mendukung gaya hidup tersebut.
2. Sering memamerkan pembelian mewah
Orang yang berpura-pura kaya di media sosial sering kali mengunggah foto-foto pembelian barang mewah, seperti pakaian desainer, mobil mewah, atau gadget canggih.
Hal ini dilakukan untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa mereka hidup dalam kemewahan, meskipun kenyataannya mereka mungkin hanya membeli barang-barang tersebut dengan uang yang dipinjam atau kredit.
Mereka ingin dipandang sukses dan kaya oleh orang lain, meskipun kondisi keuangan mereka sebenarnya jauh dari kenyataan.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
