Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Januari 2025 | 02.10 WIB

Tak Perlu Ambil Pusing! Ini 9 Cara Mengatasi Anak yang Manja secara Bijak, Salah Satunya Latih Penguatan Positif

Ilustrasi anak manja. (freepik.com). - Image

Ilustrasi anak manja. (freepik.com).

JawaPos.com - Banyak orang tua, guru, dan pengasuh menghadapi tantangan dalam mengatasi anak yang manja. Beberapa orang tua berusaha membuat anak senang dengan memenuhi semua permintaan mereka, namun kelonggaran berlebihan bisa membuat anak menjadi agresif dan keras kepala.

Anak manja merupakan anak yang egois, tidak sopan, dan kasar, biasanya akibat dimanja berlebihan atau orang tua yang tidak menetapkan batasan yang tegas.

Merangkum mindshiftwellnesscenter.com, berikut ini beberapa cara mengatasi anak yang manja secara bijak, salah satunya melatih penguatan positif.

1. Tetapkan batasan dan harapan yang jelas

Cobalah menetapkan batasan yang tegas dan harapan yang jelas saat menghadapi anak yang manja. Sikap ini dapat dilakukan dengan cara mengomunikasikan dengan jelas aturan yang berlaku dan konsekuensi yang akan diterima jika anak melakukan perilaku yang tidak pantas.

Selain itu, konsistensi menerapkan aturan tersebut sangatlah penting. Ketika anak secara konsisten diberi pengertian tentang batasan yang ada, mereka akan lebih mudah memahami bahwa ada perilaku tertentu yang tidak boleh dilakukan sebab ada konsekuensinya. Dengan demikian, anak akan belajar menghargai aturan dan bertanggung jawab atas sikap mereka.

2. Berlatih penguatan positif

Penguatan positif adalah metode yang mencakup pemberian pujian dan penghargaan kepada anak saat mereka menunjukkan perilaku yang diinginkan. Ketika anak yang manja menampakkan tindakan atau sikap yang positif, maka kamu harus mengakui dan menghargai perilaku tersebut.

Anak pun memahami bahwa perilaku baik dan sopan akan dihargai. Pujian dan penghargaan yang tepat dapat memotivasi anak untuk terus menunjukkan perilaku positif. Hal ini juga menciptakan lingkungan yang mendukung, di mana anak merasa dihargai dan termotivasi dalam berperilaku sesuai harapan.

3. Dorong empati dan rasa syukur

Mengajarkan empati dan rasa syukur sangatlah penting bagi anak manja guna membantu mereka mengembangkan pandangan hidup yang penuh perhatian serta menghargai orang lain. Salah satu cara melakukannya, yakni dengan melibatkan anak dalam percakapan tentang perasaan orang lain, serta mengajak mereka memahami dan merasakan apa yang dirasakan oleh orang di sekitarnya.

Kamu juga perlu mendorong anak dalam mengungkapkan rasa terima kasih atas kebaikan yang diterima, sehingga mereka belajar menghargai orang lain dan bersyukur atas apa yang dimiliki. Ini membantu anak memahami emosi orang lain dan mengembangkan sikap empatik serta menghargai kehidupan mereka.

4. Terapkan konsekuensi untuk perilaku negatif

Memberikan konsekuensi dengan konsisten terhadap perilaku negatif penting untuk mencegah anak menjadi manja. Konsekuensi harus sesuai dengan tindakan anak, tidak terlalu keras, dan diberikan segera sesudah perilaku buruk terjadi. Konsekuensi juga harus proporsional dengan tingkat keparahan perilaku.

Pendekatan ini membantu anak memahami dampak dari tindakan mereka dan mendorong mereka dalam membuat keputusan yang lebih baik di masa depan. Anak akan belajar bahwa perilaku buruk memengaruhi diri mereka dan orang lain di sekitarnya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore