Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Januari 2025 | 21.39 WIB

Putus Cinta Bisa Lebih Berat dari yang Diperkirakan, Ini yang Dirasakan Laki-laki Secara Psikologis

ilustrasi pria yang takut patah hati (freepik) - Image

ilustrasi pria yang takut patah hati (freepik)

JawaPos.com – Putus cinta adalah pengalaman emosional yang bisa dirasakan sangat berat, terutama bagi pria yang sering kali cenderung menyembunyikan perasaan mereka. Meskipun banyak orang menganggap pria lebih tegar, kenyataannya perasaan mereka tidak kalah rumit setelah hubungan berakhir.

Dilansir dari Psychology Today, pria sering kali merasa kesulitan untuk mengekspresikan perasaan mereka secara terbuka setelah putus cinta. Mereka cenderung menekan perasaan dan memilih untuk tidak berbicara tentang apa yang mereka alami, yang pada akhirnya bisa menyebabkan perasaan terpendam.

Pada awalnya, pria mungkin terlihat tidak terlalu terpengaruh oleh putus cinta, namun efek jangka panjangnya bisa sangat mengganggu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria bisa merasa sangat tertekan, bahkan merasa cemas tentang masa depan mereka setelah kehilangan pasangan.

Selain itu, perasaan kesepian sering muncul pada pria setelah putus cinta, terutama jika mereka sangat bergantung pada hubungan tersebut. Menurut sebuah artikel di Medium, rasa kehilangan itu bisa lebih terasa karena mereka tidak terbiasa mengungkapkan perasaan mereka kepada orang lain.

Pria yang putus cinta juga dapat merasa seperti kehilangan identitas diri mereka, terutama jika hubungan itu sudah berlangsung lama. Mereka mungkin telah membangun banyak dari diri mereka berdasarkan hubungan tersebut, dan setelah berakhir, mereka merasa seperti kehilangan bagian dari diri mereka sendiri.

Bagi banyak pria, putus cinta juga bisa memunculkan perasaan malu dan ketidakmampuan untuk menghadapinya dengan baik. Mereka sering kali merasa tidak mampu memenuhi harapan sosial yang menganggap mereka harus tetap kuat meski sedang merasakan kesedihan yang dalam.

Selain itu, pria yang merasa kesepian setelah putus cinta mungkin cenderung menghindari situasi sosial. Mereka bisa merasa tidak nyaman berbicara tentang hubungan mereka yang sudah berakhir, bahkan dengan teman-teman terdekat mereka.

Namun, meskipun banyak pria tidak terbiasa membicarakan perasaan mereka, beberapa ahli menyarankan untuk mulai membuka diri. Menurut psikolog, berbicara tentang perasaan bisa sangat membantu pria untuk melewati proses penyembuhan dengan lebih cepat.

Dukungan sosial sangat penting bagi pria yang baru saja putus cinta. Dengan berbicara kepada teman dekat atau keluarga, pria dapat merasa lebih dimengerti dan mendapatkan perspektif yang lebih luas tentang perasaan mereka.

Pria yang enggan berbicara tentang perasaan mereka cenderung menekan emosinya lebih dalam, yang bisa berujung pada kecemasan atau depresi. Sebagai contoh, pria yang tidak mengatasi perasaan mereka bisa merasakan stres yang berkepanjangan, yang berpotensi memengaruhi kesehatan fisik dan mental mereka.

Selain itu, pria yang lebih terbuka dalam berbicara tentang perasaan mereka setelah putus cinta biasanya dapat pulih lebih cepat. Masih dalam artikel yang sama, Psychology Today, mengatakan bahwa mereka yang mendapat dukungan emosional cenderung memiliki proses penyembuhan yang lebih sehat dan cepat.

Namun, penting bagi pria untuk memberi waktu bagi diri mereka sendiri untuk berduka. Tidak ada batas waktu yang tepat untuk merasa siap setelah putus cinta, dan setiap individu akan menjalani prosesnya dengan cara yang berbeda.

Beberapa pria mungkin merasa lebih mudah untuk melanjutkan hidup, sementara yang lainnya mungkin merasa lebih kesulitan. Yang terpenting adalah memberikan diri mereka izin untuk merasa dan tidak merasa tertekan untuk segera "move on."

Penting untuk diingat bahwa putus cinta adalah proses yang wajar dan tidak ada yang salah dengan merasakannya. Psikolog menyarankan untuk tidak mengabaikan perasaan tersebut, dan sebaliknya, untuk memanfaatkan waktu ini sebagai kesempatan untuk berkembang.

Bagi pria, langkah pertama menuju kesembuhan adalah menerima perasaan mereka tanpa penilaian. Dengan cara ini, mereka dapat lebih mudah membuka diri kepada orang lain dan memulai perjalanan penyembuhan yang lebih sehat dan penuh kesadaran diri. ***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore