
Ciri kepribadian orang sering selfie menurut Psikologi
JawaPos.com – Kebiasaan selfie yang kian populer di era digital ternyata bisa mengungkap banyak hal tentang kepribadian seseorang. Menurut psikologi, orang yang gemar melakukan swafoto cenderung memiliki karakteristik tertentu yang mencerminkan pola pikir dan emosinya.
Perilaku ini tak sekadar tren semata, tetapi juga menjadi bentuk komunikasi visual yang mampu menyampaikan pesan tentang bagaimana seseorang ingin dilihat oleh dunia. Bagi sebagian orang, selfie adalah cara mengekspresikan kepercayaan diri, sedangkan bagi yang lain, bisa jadi ada aspek psikologi lain yang melatarbelakanginya.
Dilansir dari geediting.com pada Jumat (3/1), diterangkan bahwa terdapat sembilan ciri kepribadian orang yang gemar dans sering melakukan selfie menurut Psikologi.
1. Mencari perhatian di balik layar digital
Setiap individu memiliki kebutuhan berbeda untuk mendapatkan perhatian, namun bagi mereka yang gemar mengambil foto diri sendiri, keinginan ini cenderung lebih intens. Pelaku “selfie” aktif biasanya memiliki hasrat yang kuat untuk menjadi pusat perhatian.
Mereka menggunakan foto diri sebagai media untuk berbagi pengalaman dan perasaan dengan khalayak luas.
2. Kepercayaan diri yang tinggi
Individu yang sering mengambil foto diri umumnya memiliki rasa percaya diri yang kokoh. Mereka nyaman dengan penampilan diri dan tidak merasa keberatan menunjukkan wajah mereka ke publik.
Sikap tanpa beban ini menunjukkan bahwa mereka memang benar-benar menerima diri sendiri apa adanya. Mereka ingin membagikan energi positif dan kenyamanan tersebut kepada orang lain.
3. Mencari pengakuan dan validasi
Penggemar selfie seringkali memiliki dorongan kuat untuk mendapatkan pengakuan dari lingkungan sosial mereka. Mereka mencari apresiasi melalui likes, komentar, dan pembagian ulang postingan.
Sebuah studi dari Georgia Institute of Technology mengungkapkan fakta menarik bahwa foto dengan wajah memiliki kemungkinan 38% lebih tinggi untuk mendapatkan likes dan 32% lebih mungkin mendapatkan komentar di Instagram. Kebutuhan validasi digital ini merupakan refleksi dari perilaku sosial manusia.
4. Kreativitas dan ekspresi diri
Selfie ternyata tidak sekadar potret diri, melainkan media ekspresi artistik yang unik. Para pelaku selfie kerap bereksperimen dengan berbagai pose, filter, dan latar belakang.
Mereka memainkan elemen cahaya, properti, dan sudut pengambilan gambar untuk menciptakan potret yang mewakili suasana hati, gaya, atau pengalaman mereka.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
