Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Januari 2025 | 18.24 WIB

3 Alasan Friendship Breakup Lebih Baik daripada Bertahan dalam Toxic Friendship, Apa Saja?

Ilustrasi seseorang tidak nyaman berada dalam toxic friendship. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang tidak nyaman berada dalam toxic friendship. (Freepik)

JawaPos.com - Friendship breakup selalu menjadi hal yang tidak menyenangkan. Membangun hubungan pertemanan selama bertahun-tahun lalu kemudian berakhir dengan menyakitkan.

Ketahuilah friendship breakup rasa sakitnya lebih dari putus hubungan percintaan. Ibarat teman adalah seseorang yang mengetahui segala sesuatu tentang Anda menjadi orang asing yang hanya sekedar lewat dalam hidup Anda.

Tidak heran jika friendship breakup terkadang membuat kita sulit untuk membuka hati lagi terhadap sosok teman yang baru. Namun, ada kalanya putus hubungan pertemanan menjadi layak apabila kita terjebak dalam toxic friendship.

Toxic friendship adalah hubungan pertemanan yang hanya membawa dampak negatif terhadap hidup Anda. Jangan pernah menormalisasi untuk bertahan dalam hubungan pertemanan toxic hanya karena takut kehilangan seorang teman.

Segeralah putus hubungan pertemanan daripada terjebak dalam toxic friendship seumur hidup. Berikut tiga alasan untuk segera melakukan friendship breakup dikutip dari laman YourTango pada Kamis (2/1), simak apa saja!

1. Yakinkan diri bahwa perpisahan adalah jalan terbaik

Perpisahan selalu meninggalkan luka mendalam dalam hati setiap orang. Tidak dimungkiri berpisah setelah berbagi banyak momen kebersamaan sangat menyakitkan, tetapi perpisahan bisa menjadi solusi apabila hubungan yang selama ini dijalani adalah toxic friendship.

Bagi orang yang menjalani toxic friendship lebih baik untuk segera mengakhiri hubungan. Jika hubungan toxic terus dipelihara, maka akan membuat kedua belah pihak merasakan sakit karena terus bertahan dalam hubungan yang tidak sehat.

2. Setiap pertemanan ada masanya

Coba perhatikan lebih mendetail siklus kehidupan yang kita jalani pasti mengalami perubahan. Tidak terkecuali hubungan pertemanan.

Ingat teman kita saat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan saat masuk bangku perkuliahan pasti berbeda. Hal itu seharusnya membuat kita sadar kalau tidak ada yang namanya ‘selamanya’ dalam kehidupan ini.

Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orang berbeda yang akan menemani kita untuk terus berproses dalam menjalani kehidupan. Menjadi wajar apabila friendship breakup terjadi karena memang begitulah siklus kehidupan.

3. Jadikan pelajaran hidup teman yang pergi silih berganti

Semua pertemuan dan perpisahan yang terjadi dalam hidup yang kita jalani pasti ada campur tangan Tuhan di dalamnya. Salah satunya kehadiran seorang teman yang datang dan pergi silih berganti pasti ada maksud lain yang akan membawa kita ke arah kehidupan yang lebih baik.

Semua teman yang pergi memang meninggalkan luka, tetapi karena luka yang diberikan membuat kita bisa lebih dewasa dan bijak dalam menjalani kehidupan. Bersyukurlah jika ditinggalkan oleh seorang teman. Karena hal itu akan membuat proses pendewasaan Anda menjadi lebih baik.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore