Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Desember 2024 | 01.11 WIB

Menurut Psikologi: Orang yang Tidak Pernah Bercerita tentang Keluarganya Biasanya Punya 6 Pengalaman Masa Kecil ini

Ilustrasi enam pengalaman penting masa kecil yang mungkin dirasakan oleh orang-orang yang jarang membicarakan keluarganya. (freepik) - Image

Ilustrasi enam pengalaman penting masa kecil yang mungkin dirasakan oleh orang-orang yang jarang membicarakan keluarganya. (freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa sebagian orang tidak pernah membicarakan keluarga mereka?

Tidak peduli seberapa dekat kamu dengannya, mereka tidak akan pernah berbagi cerita masa kecil ataupun keluarganya. Ini karena topik keluarga adalah hal yang mereka hindari seperti halnya wabah.

Masa kecil yang mereka alami bukanlah sesuatu yang ingin diulangi. Mereka cenderung memiliki masa kecil yang penuh dengan pengalaman sulit untuk dibicarakan, apalagi diingat.

Dilansir dari Hack Spirit, ada enam pengalaman penting masa kecil yang mungkin dirasakan oleh orang-orang yang jarang membicarakan keluarganya. Ini dapat menguak alasan mengapa beberapa orang merahasiakan kehidupan keluarga.

1. Tumbuh dalam keluarga yang tidak harmonis

Orang-orang yang jarang berbicara tentang keluarganya seringkali tumbuh dalam lingkungan yang tidak berfungsi. Mereka mungkin mengalami penelantaran, penyiksaan, atau rumah yang orang tuanya kurang menunjukkan kasih sayang atau memberikan perawatan yang tidak konsisten.

Tempat itu kacau dan tak terduga, di mana cinta dan perhatian adalah komoditas langka. Tumbuh dalam lingkungan yang seperti itu dapat membuat pembahasan tentang keluarga akan menjadi topik yang sulit dan menyakitkan. Rasanya seperti membuka kembali luka lama setiap kali berbicara.

2. Mengalami pengabaian emosional

Beberapa dari mereka mungkin merasa sendiri bahkan saat kedua orang tuanya berada di ruangan yang sama. Emosinya diabaikan, perasaannya dikesampingkan. Orang itu merasa tidak terlihat, seolah-olah ia adalah bayangan di rumahnya sendiri.

Ini bukan karena orang tuanya tidak mencintainya, mereka hanya tidak memiliki kapasitas emosional untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan anak. Mereka menghadapi kesulitan sendiri dan tidak tersedia secara emosional.

Psikolog terkenal Dr. Jonice Webb pernah berkata, "Pengabaian emosional pada masa kanak-kanak memiliki definisi yang sederhana namun berdampak besar. Hal ini terjadi ketika orang tua Anda gagal menanggapi kebutuhan emosional Anda saat mereka membesarkan Anda."

3. Bergulat dengan rasa malu

Rasa malu merupakan emosi yang kuat. Mereka mungkin memiliki stabilitas keuangan atau status sosial yang berbeda dengan orang lain. Perbedaan ini sering ditunjukkan dan membuatnya merasa lebih rendah dari teman-temannya yang lain.

Rasa malu itu terbawa hingga dewasa yang mempengaruhi hubungan, dan yang terpenting, kemauan mereka untuk berbicara tentang keluarganya. Rasa malu karena berasal dari latar belakang yang 'lebih rendah' membuat mereka menyembunyikan sebagian dirinya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore