Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Desember 2024 | 19.22 WIB

5 Hal yang Dilakukan Orang Narsis yang Tidak Mereka Sadari Sebagai Hal yang Kasar dan Tidak Menyenangkan, Salah Satunya Mendominasi Percakapan

Ilustrasi foto selfie yang diunggah di media sosial yang memperlihatkan sisi narsis seseorang (freepik)

 

JawaPos.com - Untuk waktu yang lama, saya benar-benar tidak mengerti: Bersikap kasar secara tidak sengaja, perilaku yang tidak menyenangkan, kurangnya kesadaran diri, dan tidak mengerti mengapa orang-orang menjaga jarak dengan saya.

Panggilan untuk sadar datang beberapa tahun yang lalu. Saya tidak mengalami kemajuan.

Saat itu, saya adalah seorang pria dengan banyak ambisi tetapi sedikit pemahaman tentang bagaimana tindakan saya mempengaruhi orang lain. Saya memiliki hubungan yang tegang dan bakat untuk membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Selama periode itu, saya hidup dengan kebingungan, frustrasi, dan rasa terisolasi yang berasal dari perilaku saya sendiri.

Dan alasannya sederhana: Saya belum memahami hal-hal yang dilakukan orang narsis yang tidak mereka sadari sebagai tindakan yang tidak sopan dan tidak menyenangkan, menurut psikologi.

Dalam artikel ini, saya akan menyelidiki perilaku-perilaku ini. Harapan saya adalah bahwa mereka dapat mencerahkan Anda seperti halnya mereka mencerahkan saya.

Dikutip dari geediting pada Rabu (25/12), berikut 5 perilaku yang dimiliki orang narsis, yang tidak mereka sadari sebagai hal yang kasar dan menyenangkan:

1) Mendominasi percakapan

Kedengarannya sudah jelas, tapi bagi seseorang yang terbiasa menjadi pusat perhatian dan berbagi pemikiran dan ide tanpa jeda, itu adalah pil yang sulit untuk ditelan.

Psikologi menunjukkan bahwa orang yang narsis sering mendominasi percakapan, tanpa menyadari betapa tidak menyenangkan dan tidak sopan bagi orang lain.

Saya terbiasa memonopoli diskusi, tidak memberi kesempatan kepada orang lain untuk mengekspresikan pandangan atau perasaan mereka. Saya pikir saya bersikap menarik dan percaya diri, tetapi kenyataannya, saya menutup diri dan membuat orang lain merasa tidak didengar. 

Setelah saya mengenali perilaku ini, saya mulai melakukan upaya sadar untuk lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Alih-alih menunggu giliran saya untuk berbicara, saya mulai benar-benar mendengar apa yang dikatakan orang lain.

Jika Anda melakukan perilaku yang sama, cobalah strategi sederhana ini: buatlah sebuah poin dalam setiap percakapan untuk mengajukan setidaknya tiga pertanyaan tentang orang lain atau perspektif mereka.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore